Tarif Cukai Plastik Rp30 Ribu, Bisa Hasilkan Penerimaan Rp1,6 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 19 20 2170995 tarif-cukai-plastik-rp30-ribu-bisa-hasilkan-penerimaan-rp1-6-triliun-DjcUNu95gU.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA – Keputusan pemerintah untuk menerapkan tarif cukai plastik bisa menguntungkan negara. Karena selain bisa menjaga lingkungan juga bisa meningkatkan penerimaan negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kebijakan cukai plastik ini perlu segera diterapkan. Pasalnya, Indonesia menjadi negara urutan kedua penyumbang sampah plastik di laut.

"Saat ini Indonesia kenakan 3 objek kena cukai, cukai instrumen kendalikan atau kurangi konsumsi, miliki dampak negatif ke kesehatan dan lingkungan," ujarnya di Gedung DPR-RI, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Baca juga: Sri Mulyani Tagih Janji DPR soal Pengenaan Cukai Plastik

Selain itu lanjut Sri Mulyani, pemerintah juga tengah menggenjot pendapatan negara cukai. Dengan pengenaan cukai ini, negara bisa mendapatkan Rp1,6 triliun.

"Berdasarkan data yang dimiliki, produksi plastik du Indonesia sebanyak 107 juta kg per tahun. Pengenaan cukai ini akan menurunkan konsumsi sebesar 50% atau hanya menjadi 53 juta kg per tahun. Dari asumsi tersebut pemerintah akan mendapat penerimaan Rp1,6 triliun per tahun," jelasnya.

Baca juga: Plastik Bakal Dikenakan Cukai, Mulai Kapan?

Kantong plastik sendiri diusulkan oleh pemerintah akan dikenakan tarif sebesar Rp30,000 per kilogram. Usulan tersebut sudah dilakukan kajian secara komprehensif dan mempertimbangkan berbagai aspek.

"Usulan cukai plastik ini berlaku bagi kantong kresek. Besaran tarif cukai tersebut sesuai dengan kajian komprehensif yang sudah dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Pengenaan tarif cukai ini tentu akan pengaruhi, kantong plastik dengan besaran Rp30.000 per kg, maka tarif cukai per lembarnya Rp200 per lembar," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini