Share

Mau Tutup BUMN Bermasalah, Erick Thohir Tunggu Aturan

Giri Hartomo, Okezone · Jum'at 21 Februari 2020 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 320 2172286 mau-tutup-bumn-bermasalah-erick-thohir-tunggu-aturan-eEXvn9MAEE.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menunggu regulasi untuk menutup atau menggabungkan perusahaan plat merah yang sekarat. Karena untuk menggabungkan atau menutup perusahaan plat merah tidaklah sembarangan.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, aturan ini masih akan kaji oleh pemerintah apakah nantinya akan diatur lewat peraturan presiden (Perpres) atau Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Sebab menurutnya Kementerian BUMN hanyalah pengelola dan bukan pemilik aset.

 Baca juga: Pernah di Bank Mandiri, Erick Thohir: Ada Baiknya Pak Tiko ke BRI

"Dalam bentuk apa kita tunggu nanti Perpres atau Permenkeu, urusan bos-bos di atas. Kita kan pengelola aset bukan pemilik aset," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (21/2/2020)

Menurut Erick, payung hukum diperlukan agar arah kebijakannya jelas dan juga kuat. Meskipun perusahaan tersebut belum menjadi perusahaan publik.

 Baca juga: 2 Wamen BUMN Rangkap Jadi Komisaris, Ini Penjelasan Erick Thohir

"Sebetulnya nggak perlu. Tapi lebih baik payung hukum jelas. Walaupun gimana masing-masing proses itu ada berbeda ada terutup dan perusahaan Tbk. Sama seperti tutup perusahaan gimana prosesnya beda. Lebih menjadi sebuah policy bukan nembak titik per titik," jelasnya.

Erick menambahkan, saat ini yang sebenarnya siap untuk ditutup ada sekitar 5 anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk. Anak usaha yang ditutup termasuk PT Garuda Tauberes Indonesia yang sempat jadi sorotan beberapa waktu lalu.

 Baca juga: Erick Thohir Beri Sinyal Rombak Direksi BUMN Lagi

Namun dirinya masih akan melakukan kajian secara mendalam terlebih dahulu sebelum ditutup. Mengingat perlu ditinjau apakah proses bisnisnya sesuai dan efisien dengan arah bisnisnya.

"Saya tak bisa bicara detil sebelum pantas diberikan statement. Tapi proses likuidasi itu direksi komisaris yang bisa lihat duluan mana tak efisien," kata Erick.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini