nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RUU Omnibus Law, Target Investasi Sektor ESDM Rp2.768 Triliun Bisa Dicapai?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Minggu 23 Februari 2020 16:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 23 320 2172848 ruu-omnibus-law-target-investasi-sektor-esdm-rp2-768-triliun-bisa-dicapai-FhKfVEmEy6.jpg Pembangkit Listrik (Foto: Dok PLN)

JAKARTA - Investasi akan membuka lapangan kerja baru dan memicu penurunan angka kemiskinan yang sejak tahun 2018 untuk pertama kalinya menembus di bawah 10%.

Baca Juga: Investasi Listrik Ditarget Tembus USD39 Miliar hingga 2024

Investasi juga menjadi kunci suksesnya pembangunan, baik sumber daya manusia maupun infrastruktur. Investasi energi dan sumber daya mineral (ESDM) menjadi sangat strategis. Omnibus Law atau Undang-undang sapu jagat yang sedang disiapkan, turut memastikan target minimal investasi ESDM 5 tahun ke depan bisa tercapai.

"Omnibus law atau RUU cipta kerja maupun perpajakan akan percepat dan perluas investasi. Investasi ESDM kita dorong terus. Dalam 5 tahun ke depan (2020-2024) rencana investasi ESDM minimal dapat dicapai sebesar USD198 miliar atau Rp2.768 triliun," ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM yang sekaligus merangkap sebagai pelaksana tugas Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial seperti dikutip laman Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Baca Juga: Sektor Migas Punya Peluang Gaet Investasi hingga USD117 Miliar

Dari rencana 5 tahun tersebut, porsi investasi migas yang paling besar yaitu USD117 miliar, disusul investasi ketenagalistrikan sekitar USD39 miliar, mineral dan batubara sebesar USD22 miliar dan energi terbarukan sekitar USD20 miliar.

"Dalam 5 tahun ke depan, porsi investasi migas paling besar sekitar USD117 miliar atau 59% dari total investasi ESDM. Upaya meningkatkan produksi migas terus dilakukan dengan teknologi baru, penyempurnaan regulasi, percepatan berbagai proses perizinan dan administrasi serta keterbukaan data migas. Lapangan migas yang sedang dikembangkan akan dipercepat," ungkap Ego Syahrial.

Penggunaan teknologi migas tingkat lanjut atau Enhanced Oil Recovery (EOR) lainnya terus didorong. "Terkait EOR, ini sedang dikaji kelayakan ekonomi dan teknisnya, terus dilakukan untuk upaya peningkatan produksi jangka menengah. Yang paling konkrit, kita pasti akan lelang blok migas tahap I tahun 2020 ini. Sekarang masih kita persiapkan dulu. Mohon ditunggu, akan kita buka dalam waktu dekat, sebentar lagi. Kami tegaskan, bahwak sektor ESDM akan full effort and full speed untuk menciptkan iklim investasi dan lapangan kerja yang makin positif. Seiring dengan semangat RUU Cipta Kerja untuk mencapai pertumbuhan, pemerataan, ketahanan dan daya saing ekonomi," ungkap Ego.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini