Menko Airlangga Sebut B40 Mulai Berlaku Juli 2021

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 320 2173352 menko-airlangga-sebut-b40-mulai-berlaku-juli-2021-Atg3euvLDy.jpeg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah menargetkan program bahan bakar bercampur 40% biodiesel atau B40 bisa diimplementasikan pada Juli 2021 mendatang.

Menurutnya, implementasi B40 sebagai upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), di mana migas memang masih menjadi faktor utama dari defisit neraca perdagangan. Maka B40 akan menjadi substitusi dari impor BBM.

Airlangga pun meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bisa mempersiapkan uji coba bahan bakar jenis solar bercampur dengan 40% minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) itu, sehingga bisa segera diimplementasikan.

Baca juga: Pemerintah Jamin Harga Biosolar Tak Naik di 2020

"Khusus mengurangi impor pemerintah menyiapkan roadmap biodiesel 40%. Diharapkan BPPT bisa menyiapkan uji coba dan Juli 2021 bisa diimplementasikan," ujar Airlangga ditemui di BPPT, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Dia menjelaskan, B40 merupakan salah satu program dalam roadmap industri 4.0 yang disusun oleh pemerintah. Dalam roadmap itu, juga terdapat program hilirisasi industri, program industri substitusi barang impor, baik pada komoditas yang berbasis farmasi dan industri lainnya.

Baca juga: Percepat Penerapan B30, Erick Thohir: Impor Berkurang

"Khusus BPPT diharapkan bisa transformasi dari sisi produk termasuk pengembangan industri yang ada di roadmap industri 4.0," katanya.

Sebelumnya, pemerintah sudah lebih dulu mengimplementasikan program mandatori B20 pada September 2018. Kemudian berkembang ke mandatori B30 yang diluncurkan pada akhir Desember 2019 dan berlaku efektif per 1 Januari 2020.

Kini masyarakat pun sudah bisa menikmati bahan bakar campuran nabati olahan kelapa sawit itu di jaringan SPBU Pertamina. Program ini diyakini akan semakin menekan defisit neraca perdagangan maupun transaksi berjalan yang selama ini jadi permasalahan ekonomi Indonesia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini