Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Virus Korona Diprediksi Tekan Industri Pariwisata Vietnam hingga USD4 Miliar

Irene , Jurnalis-Senin, 24 Februari 2020 |16:29 WIB
Virus Korona Diprediksi Tekan Industri Pariwisata Vietnam hingga USD4 Miliar
Penerbangan (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Departemen Pariwisata Vietnam memperkirakan kerusakan besar akan terjadi pada sektor pariwisata negara dengan julukan Vietnam rose itu. Hal ini dikarenakan kebijakan larangan masuknya pelancong dari daerah penyebaran virus korona atau Covid-19 yang ditetapkan oleh Pemerintah Vietnam.

"Dalam tiga bulan, perkiraan kerusakan langsung pada industri pariwisata Vietnam dapat mencapai antara USD3 dan USD4 miliar," seorang perwakilan untuk departemen pariwisata negara itu mengatakan dalam email mengutip business Insider, Jakarta, Senin (24/2/2020).

 Baca juga:Vingroup Mulai Melebarkan Sayapnya ke Bisnis Keamanan Siber

Industri pariwisata Vietnam telah mengalami pertumbuhan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Departemen Pariwisata, lebih dari 18 juta pelancong internasional berkunjung ke Vietnam di tahun 2019, dimana naik sebesar 16,2% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Turis asal China diketahui mendominasi 30% turis internasional yang mengunjungi Vietnam. Dengan kebijakan China yang melarang perjalanan ke luar negeri, otomatis angka turis internasional di Vietnam anjlok.

 Baca juga: Perusahaan Terbesar Vietnam Ekspansi ke Bisnis Keamanan Siber

Vietnam juga kehilangan calon turis dari negara lain menyusul kekhawatiran yang dirasakan saat aktivitas bepergian di Asia. Selain itu, beberapa perjalanan domestik di Vietnam juga telah dibatasi.

Kepala perusahaan real estate Jones Lang LaSalle Vietnam, Stephen Wyatt juga mengatakan kekhawatiran akan virus korona telah memberi dampak dramatis pada industri pariwisata di Vietnam. Sejumlah hotel disebutnya mengalami penurunan signifikan.

"Kami telah berbicara dengan sejumlah grup hotel dan jumlahnya turun cukup signifikan hingga 30%, 40%, 50%, 60% turun dari angka tahun-ke-tahun," ujar Wyatt.

Hingga saat ini, pemerintah Vietnam belum menurunkan target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2020. Penasihat Pemerintahan Vietnam Le Dang Doanh mengatakan kecil kemungkinan negara itu akan terpengaruh dampak virus korona yang mengglobal.

"Pemerintah masih menjaga target pertumbuhan tidak berubah. Tapi saya pikir tingkat pertumbuhan PDB ekonomi Vietnam pada tahun 2020 harus dikurangi dengan ca. 1% dari target 6,9%, mungkin sekitar 6,0-5,9%," ungkap Doanh, yang sekaligus menjabat sebagai anggota Komite Kebijakan Pembangunan PBB dari tahun 2016 hingga tahun 2018.

Di Vietnam sendiri, kasus korona telah terkonfirmasi sebanyak 16 kasus. Sedangkan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ada lebih dari 76.000 kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia, tepatnya di 27 negara.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement