nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisakah PNS Pensiun Dapat Rp1 Miliar? Ini Kata Kepala BKN

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 25 Februari 2020 13:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 25 320 2173793 bisakah-pns-pensiun-dapat-rp1-miliar-ini-kata-kepala-bkn-0CqOCaehCQ.jpg Kepala BKN Pantau Ujian SKD CPNS (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) buka suara terkait kemungkinan jika Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa mendapatkan uang pensiun hingga Rp1 miliar. Isu tersebut sempat ramai diperbincangkan oleh publik khususnya yang bekerja sebagai abdi negara.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, kemungkinan PNS untuk mendapatkan uang pensiun hingga Rp1 miliar bisa saja terjadi. Asalkan aturan pensiun berubah dari pay as you go menjadi fully funded.

Baca Juga: Aura Bahagia saat Pengambilan Sumpah PNS, Ini Pesan Kepala BKN

Melalui skema fully funded ini, para PNS mengiur sendiri uang pensiunnya sesuai keinginan masing-masing. Jika ingin mendapatkan uang pensiun sebesar Rp1 miliar, maka iuran yang harus dibayarkan tiap bulan harus lebih besar.

"Saya misalnya pengen dapat Rp1 miliar ya bisa dong. Itu sistemnya memungkinkan. Kan Dirut Taspen juga bilang yang mungkin saja. Kenapa enggak mungkin, tapi iuran pensiunnya yang harus di perbesar," ujarnya kepada Okezone, Selasa (25/2/2020).

Baca Juga: Ada Virus Korona, Tes SKD CPNS Formasi Diaspora Terganggu?

Hanya saja tidak semuanya wajib untuk membayar iuran lebih. Karena pembayaran iuran akan dilakukan sesuai dengan kesepakatan di awal dan lewat persetujuan sang pegawai.

"Apakah semuanya harus diperbesar? Enggak juga. Misalnya saya mau nambahin 'Ah saya kan punya bisnis lain. Saya enggak perlu banget nih gaji, gaji saya semuanya untuk uang pensiun. Saya masih bisa hidup dengan bisnis sampingan saya' Ya boleh saja," jelasnya.

Menurut Bima, meskipun para pegawai mengiur sendiri, bukan berarti pemerintah juga tidak membayarkan uang pensiun. Karena pemerintah juga akan tetap membayar iuran pegawai lewat BPJS Ketenagakerjaan.

"Uangnya dibayarkan pemerintah juga bayarin iuran pemberi kerjanya BPJS gitu. Nah uang itu dikelola untuk membayar pensiun. Kalau seperti itu berapa yang diterima tergantung iurannya," kata Bima.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengklarifikasi perihal Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS mendapat dana pensiun Rp1 miliar.

Dia menyatakan tidak pernah mengusulkan ke Menteri Keuangan Sri Mulyani agar PNS mendapatkan dana pensiun Rp1 miliar.

Yang benar, kata Tjahjo, dia sempat berdiskusi terkait pengelolaan dana tabungan ASN dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Kopri) Zudan Arif Fakhrullah serta PT Taspen, bukan BTN seperti yang diberitakan di berbagai media. Diskusi tersebut tidak membicarakan tentang usulan agar ASN mendapat dana pensiun Rp1 miliar. Yang dibahas sebetulnya adalah pengelolaan iuran bulanan yang dikelola PT Taspen bagi ASN sejak awal karir sampai akhir masa kerja ASN.

Tjahjo berharap, iuran tabungan ASN itu dikelola dengan baik oleh PT Taspen, sehingga nantinya ASN bisa mendapatkan hasil tabungannya dengan jumlah yang signifikan. “Syukur-syukur ASN yang pensiun dapat kompensasi tabungan pensiunannya bisa mencapai satu miliar, yang merupakan hasil dari iuran tabungan pegawai yang saat ini baru mencapai puluhan juta rupiah,” jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini