Di Hadapan DPR, Menteri Basuki Beberkan Penanganan Banjir di Kali Ciliwung

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 26 Februari 2020 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 26 320 2174370 di-hadapan-dpr-menteri-basuki-beberkan-penanganan-banjir-di-kali-ciliwung-eJGxIwTFrG.jpeg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Menteri Basuki menjelaskan, penanganan banjir di wilayah sungai Ciliwung dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala Basarnas Bagus Puruhito dan beberapa pihak terkait. Dalam paparannya, Dia menyebut penanganan sungai Ciliwung sudah ada masterplannya sejak 1973 sampai dengan 1997 yang direview dan terakhir 2007.

Kemudian lanjut dia, masterplan itu, seperti ada Banjir Kanal Barat (BKB), Banjir Kanat Timur (BKT), Sodetan, Bendungan, dari hulu sampai hilir. Kalau hulu kali Ciliwung ada Bendungan Sukamahi, Bendungan Ciawi terus nanti di tengah di Bidara China ada Sodetan dari Ciliwung ke BKT sebesar 60 meter kubik per detik untuk mengurangi beban Ciliwung di pintu air Manggarai.

Baca Juga: Menteri PUPR Sebut Banjir Jakarta Tanggung Jawab Semua

"Jadi seterusnya ini ada komponennya semua. Apa yang sudah kita lakukan berdasarkan masterplan ini. Rencana normalisasi sungai 33 kilometer (Km), yang sekarang ini baru 16 km," ujar dia di Gedung DPR Rabu (26/2/2020).

Menurut dia, apabila kali itu dalam kondisi siaga 1 atau 900 cm ketinggiannya maka dibuka Ciliwung lama sampai ke Istana. "Ini kewenangannya ada di Gubernur pada saat buka Ciliwung lama ini. Lalu sodetan Ciliwung," kata dia.

Apabila sudah dinormalisasi tapi masih banjir, lanjutnya, itu karena di atas Jembatan belum dinormalisasi sehingga air masuk dari sini balik lagi.

Baca Juga: Bos PLN Akui Banjir Buat Pendapatan Berkurang

"Makanya kalau ditanya sudah dinormalisasi kok masih meluap. Bukan meluap, karena air masuk dari setelah jembatan ini, karena masih ada pohon-pohon itu belum di normalisasi. Maka itu dia balik ke sini lagi. Ini yang terjadi di Kampung Pulo kalau masih terendam, yang lainnya sudah tidak," ungkap dia.

Dia menambahkan, untuk Bendungan Ciawi rencananya Desember 2020 akan selesai. Lahannya sudah selesai 95%, fisiknya 46%, tapi akan kerjakan karena lahannya sudah. Tubuh bendungan tidak terlalu besar sehingga mudah-mudahan bisa selesai Desember 2020.

"Bendungan Ciawi ini. Memang bendungan kering tidak untuk menampung air, tetapi untuk mengendalikan banjir pada saat musim hujan. Maka itu musim kemarau dia pasti dikeringkan, untuk menampung air pada musim hujan," ungkap dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini