nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip 'Brankas Hari Kiamat', Apa Isinya?

Rabu 26 Februari 2020 15:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 26 320 2174422 intip-brankas-hari-kiamat-apa-isinya-tv2iNpAcvx.jpg Tempat Penyimpanan untuk Hari Kiamat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Tempat penyimpanan untuk hari kiamat atau "doomsday vault" di kawasan kutub utara telah menerima 60.000 benih makanan tambahan termasuk cowslips, bunga liar berwarna kuning dari Pangeran Charles. Tempat ini dibuat untuk menyimpan berbagai persediaan makanan hingga tananam jika terjadi bencana global.

Kekhawatiran yang meningkat akan perubahan iklim dan hilangnya spesies mendorong kelompok-kelompok di seluruh dunia menambah penyimpanan benih mereka di dalam gunung dekat Longyearbyen di Pulau Spitsbergen di kepulauan Svalbard Norwegia, sekitar 1.300 kilometer dari Kutub Utara.

Baca Juga: Negara-Negara Perekonomian Terbesar sedang di Ambang Resesi

Tempat penyimpanan tanaman pangan ini didirikan untuk melestarikan tanaman yang bisa memberi makan populasi yang terus bertambah menghadapi perubahan iklim. Tempat tersebut juga menerima jagung dari suku Cherokee yang disakralkan.

"Ketika laju perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati meningkat, ada urgensi baru di sekitar upaya untuk menyelamatkan tanaman pangan yang berisiko punah," kata Pimpinan Crop Trust Stefan Schmitz, dilansir dari VOA Indonesia, Rabu (26/2/2020).

Baca Juga: Wabah Korona Kian Mengglobal, Pasar Saham Dunia Jatuh

"Luasnya ragam penyimpanan benih sekarang, mencerminkan keprihatinan dunia akan dampak perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati pada produksi pangan," tambah Schmitz yang juga mengelola tempat tersebut.

Sebanyak 36 lembaga regional dan internasional berkontribusi pada 60.000 sampel yang disimpan pada hari Selasa.

Termasuk di antara benih itu adalah kacang, labu dan jagung dari Bangsa Cherokee - kelompok penduduk asli Amerika pertama yang mengirim hasil panen ke tempat penyimpanan itu termasuk jagung White Eagle yang dianggap sakral.

Pangeran Charles dari Inggris, yang dikenal karena kampanye lingkungannya, mengirim benih 27 tanaman liar, termasuk cowslips dan anggrek yang dikumpulkan dari padang rumput Highgrove, kampung halamannya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini