nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Korona Menyebar, Saatnya Beli Saham-Saham Perusahaan China?

Hansel Jevera, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 13:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 27 278 2174942 virus-korona-menyebar-saatnya-beli-saham-saham-perusahaan-china-VkpqE075D2.jpg Ilustrasi: Pergerakan IHSG (Foto Shutterstock)

JAKARTA - Penyebaran virus korona atau coronavirus di berbagai negara telah menyebabkan kegelisahan dan melumpuhkan investor dunia.

Saham-saham perusahaan China mendekati titik terendah ketika virus korona ini menyebar ke negara-negara lain dan memicu pandemi global serta mengkhawatirkan pasar.

Baca Juga: Virus Korona Bikin Investor Takut, Wall Street Lesu

Beberapa investor bertaruh besar perusahaan China akan kembali eksis meski ada kekhawatiran tentang ekonomi China dalam kelumpuhan karena virus korona.

"Virus korona akan menjadi titik bawah China. Pasar China seperti keluar dari lapangan," kata Kepala Strategi Wilayah Asia Pasifik untuk Elliott Wave International Mark Galasiewski seperti dilansir CNN, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Baca Juga: Virus Korona Bakal Berdampak Panjang bagi Ekonomi China

Tercatat, index Shanghai Composite dan Hong Kong's Hang Seng Index turun pada tahun ini karena penilaian untuk saham China tidak setinggi perusahaan AS dalam indeks S&P 500.

Galasiewski juga menunjukkan bahwa beberapa saham China sudah mulai bangkit dari. Shenzhen Composite, seperti Nasdaq China merupakan rumah bagi banyak perusahaan teknologi yang baru, naik hampir 10% tahun ini.

"Sebelum wabah virus korona menyebar, China mulai mengalami ledakan biotek. Pejabat pemerintah ingin meningkatkan ekonomi di sektor yang bernilai lebih tinggi seperti obat-obatan dan tidak hanya fokus pada obat generik," kata CEO Loncar Investments Brad Loncar.

Wabah virus korona memicu ledakan besar pada saham-saham besar Tiongkok, Namun Bank Rakyat China tampaknya siap untuk mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk menjaga perekonomian agar tidak melambat.

"Sekarang China perlu memodernisasikan bidang kedokteran lebih lagi karena korona virus bisa saja bertambah lebih parah, kata Loncar.

Loncar menunjuk tiga stok obat China favoritnya yang diperdagangkan di Amerika Serikat Zai Lab (ZLAB), pemimpin dalam perizinan obat-obatan di Cina. BeiGene (BGNE) telah mengembangkan obat kanker yang mendapat persetujuan dari Administrasi Makanan dan Obat AS. Amgen (AMGN), yang memiliki lebih dari 20% BeiGene. Dan Hutchison China MediTech (HCM) memiliki obat kanker yang pertama kali ditemukan, dikembangkan, dan disetujui untuk digunakan di China.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini