Pertamina dan PLN Teken Kerjasama Pemanfaatan Gas Bumi Domestik

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 20:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 27 320 2175228 pertamina-dan-pln-teken-kerjasama-pemanfaatan-gas-bumi-domestik-suiKtSjffh.jpg Kerjasama Pertamina dengan PLN. (Foto: Okezone.com/Dok. ESDM)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan PT Pertamina (Persero) melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) terkait penyediaan pasokan dan pembangunan infrastruktur Liquefied Natural Gas (LNG) untuk pembangkit tenaga listrik milik PLN. Kerjasama tersebut untuk mengoptimalkan konsumsi gas bumi dalam negeri.

Penandatanganan HoA tersebut merupakan tindaklanjut dari Keputusan Menteri ESDM Nomor 13K/13/MEM/2020 tentang Penugasan Pelaksanaan Penyediaan Pasokan dan Pembangunan Infrastruktur LNG serta Konversi Penggunaan BBM dengan LNG dalam Penyediaan Tenaga Listrik.

Baca Juga: Sedang Menormalkan Listrik, 2 Petugas PLN Ini Mendadak Bantu Ibu Melahirkan

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, kerjasama ini akan menekan jumlah impor dan konsumsi BBM sekaligus meningkatkan efisiensi operasional PLN.

Kerja sama ini merupakan bagian dari tindak lanjut dari keputusan payung hukum yang sudah ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 13 K/13/MEM/2020 tentang Penugasan Pelaksanaan Penyediaan Pasokan dan Pembangunan Infrastruktur LNG serta Konversi Penggunaan BBM dengan LNG dalam Penyediaan Tenaga Listrik.

Baca Juga: Mulai 1 Agustus, 939 Pedagang Tempati Rusunawa Pasar Rumput

Penekanan beleid tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi neraca perdagangan minyak dan gas Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas migas minus USD1,18 miliar pada Januari 2020.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, defisit neraca perdagangan harus menjadi perhatian serius," ungkap Arifin, dalam keterangannya, usai menyaksikan penandatangan HoA antara PLN dan Pertamina, Kamis (27/2/2020).

Melalui HoA tersebut, ditargetkan pembangkit listrik berbahan bakar diesel untuk dikonversi menjadi gas bumi dengan total kapasitas sekitar 1,7 Giga Watt di 52 lokasi.

"Total penghematan dari konversi tersebut sekitar Rp3 triliun per tahun," tutur Arifin.

Sebagaimana diketahui, Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 13K/13/MEM/2020 menugaskan Pertamina untuk melaksanakan penyediaan pasokan dan pembangunan infrastruktur LNG dalam penyediaan tenaga listrik oleh PLN pada setiap pembangkit listrik

Kepmen tersebut juga menugaskan PLN untuk melaksanakan kegiatan gasifikasi pembangkit tenaga listrik dan pembelian LNG dari Pertamina dalam rangka konversi penggunaan Diesel dengan LNG. Selain itu, Pertamina wajib menyediakan harga gas hasil regasifikasi LNG di plant gate yang akan menghasilkan Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik lebih rendah dibandingkan menggunakan Diesel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini