Virus Korona Buat Harga Masker Melonjak, BPS Tak Catat Inflasinya

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 02 Maret 2020 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 02 20 2176831 virus-korona-buat-harga-masker-melonjak-bps-tak-catat-inflasinya-QgsWtWQCUz.jpg Harga Masker Tidak Masuk Komponen Inflasi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan kenaikan harga masker tidak tercatat sebagai penyumbang inflasi. BPS menilai hal tersebut tidak masuk dalam komponen penghitungan dalam Indeks Harga Konsumen.

Deputi Bidang Statistik dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Yunita Rusanti mengatakan, masker tidak termasuk ke dalam Indeks Harga Konsumen. Mengingat, masker bukan termasuk dalam komoditas utama yang dikonsumsi masyarakat.

Baca Juga: Rokok Kembali Sumbang Inflasi di Februari

"Kebetulan untuk masker enggak masuk paket komoditas Indeks Harga Konsumen. Inikan sebetulnya kejadian yang di luar kebiasaan," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (3/3/2020).

Menurut Yunita, suatu komoditas akan dimasukkan ke dalam IHK untuk menghitung inflasi jika komoditas tersebut sering digunakan masyarakat atau menjadi bagian dari komoditas utama yang dikonsumsi masyarakat. Sementara masker, tidak selalu dibeli oleh masyarakat.

Baca Juga: Naiknya Harga Bawang Putih Jadi Biang Kerok Inflasi Februari 0,28%

"Padahal untik hitung atau memilih komoditas apa yang masuk itu berdasarkan survei komoditas apa yang banyak di konsumsi rumah tangga, sedangkan masker kan enggak, jadi enggak masuk," jelasnya.

Lagi pula lanjut Yunita, melonjaknya harga masker juga terjadi karena adanya peristiwa yang tak terduga. Karena wabah virus Korona terjadi tiba-tiba dan tak terprediksi.

"Ini kejadian di luar kebiasaan," kata Yunita.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini