Share

Virus Korona dan Banjir Biang Kerok Naiknya Harga Bawang Putih

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 02 Maret 2020 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 02 320 2176817 virus-korona-dan-banjir-biang-kerok-naiknya-harga-bawang-putih-Hhp3sIbX9f.jpg Harga Bawang Putih Naik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Harga bawang putih menjadi salah satu penyebab inflasi Februari, karena harganya tinggi. Penyebab kenaikan komoditas tersebut karena virus korona dan banjir.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Yunita Rusanti mengatakan, kenaikan harga bawang putih disebabkan wabah virus korona. Hal tersebut membuat pasokan dan distribusi bawang terhambat, di mana impor bawang putih berasal dari China.

"Kalau bawang itu memang kita banyak dari impor dari China, jadi lebih karena pasokannya karena dari impor yang Tiongkok," ujarnya, di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/3/2020).

Baca Juga: Naiknya Harga Bawang Putih Jadi Biang Kerok Inflasi Februari 0,28%

Sementara itu, saat ditanya mengenai seberapa berpengaruh produk impor dari China pada inflasi, Yunita enggan menjawabnya. Sebab menurutnya, pengaruh impor ini baru bisa terlihat dalam rilis neraca perdagangan pada tanggal 15 Maret mendatang

"Itu nanti kita rilis angka impor biar lebih jelasnya, ada penurunan gak karena kita kerja sama dengan bea cukai, nanti dirilis di pertengahan bulan, nanti kita lihat," jelasnya.

Baca Juga: BPS: Inflasi Februari 0,28%

Selain dampak dari virus korona, kenaikan harga bawang juga disebabkan oleh banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Adanya banjir membuat distribusi bawang putih sedikit terganggu.

"Jadi selain karena pasokan yang kurang, tapi pendistribusian juga kemungkinan terpengaruh," kata Yunita.

Selain bawang putih, ada beberapa komoditas lainnya yang terpengaruh oleh banjir. Salah satu contohnya harga cabai.

Harga cabai merah menjadi salah satu komoditas yang menjadi penyumbang inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) harga cabai merah mengalami inflasi sebesar 0,06% sepanjang Februari.

"Yang jelas, cabai naik. Terus beberapa sayuran itu naik itu karena pengaruh banjir," ucapnya.

Meskipun begitu, lanjut Yunita jika dibandingkan dengan dampak virus Korona, banjir yang terjadi tidak terlalu berpengaruh signifikan. Sebab, banjir hanya terjadi sementara dan hanya berlangsung beberapa hari saja.

"Kalau banjir enggak terlalu. Tetapi kalo komoditas lain memang pengaruh ke banjir. Mungkin ada distribusi, mungkin terkendala banjir, ada juga," kata Yunita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini