Masker dan Hand Sanitizer Ludes, Aprindo: Kita Pesan Terus ke Distributor

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 03 Maret 2020 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 03 320 2177315 masker-dan-hand-sanitizer-ludes-aprindo-kita-pesan-terus-ke-distributor-jVufCtjBK8.jpg Masker Diserbut Pembeli Usai Indonesia Positif Korona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Sejumlah masker dan cairan pencuci tangan atau sanitizer ludes terjual di pusat perbelanjaan. Hal ini usai pemerintah mengumumkan bahwa Indonesia positif korona.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemesanan kepada supplier dan distributor untuk menambah jumlah masket dan hand sanitizer. Dirinya mengakui sejak ada pengumuman tersebut, sejumlah toko penjual masker dan hand sanitizer terus membludak.

Baca Juga: Panic Buying, Pengusaha Ritel: Kami Siap Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

“Sampai hari ini pembelian masker dan sanitizer di beberapa peritel anggota Aprindo memang melonjak dan pemesanan terus berlangsung juga kepada supplier atau distributor,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (3/3/2020).

Menurut Roy, masker yang dijual oleh peritel tidak akan mengalami kenaikan harga. Sebab, harga yang dijual ke pasaran masih akan tetap menyesuaikan dengan harga beli dari pabrik.

Baca Juga: Asosiasi Pengusaha Ritel Minta Masyarakat Tenang dan Tidak Perlu Panic Buying

“Untuk harga masker tersebut, tidak akan ada kenaikan harga pada peritel Aprindo. Selagi tidak ada perubahan harga dari pabrik atau distributor,” ujarnya

Menurut Roy, masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Sebab pihaknya memastikan akan terus memenuhi kebutuhan masyarakat baik itu pangan ataupun kebutuhan lainnya.

“Anggota peritel Aprindo selalu siap untuk hadir dan cukup dalam memenuhi kebutuhan pangan maupun non pangan bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Menurut Roy, tindakan berlebihan ini justru akan menimbulkan kepanikan lain. Padahal jika tak panik, seluruh kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

“Dikarenakan tindakan yang over atau berlebihan ini justru membuat kepanikan atau fobia cbaru lainnya yang tidak perlu terjadi, disaat sebenarnya seluruh kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi dan tercukupi dengan baik,” kata Roy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini