nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi: Perang Dagang Belum Selesai, Muncul Virus Korona

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 11:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 04 20 2177899 presiden-jokowi-perang-dagang-belum-selesai-muncul-virus-korona-6xkc1KzZXw.jpg Presiden Jokowi (Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebut tantangan global pada perekonomian terus berdatangan. Bahkan sebelum satu permasalahan belum selesai, sudah muncul isu baru yang membuat ekonomi dunia goyang.

Salah satu contohnya adalah masalah perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. Perang Dagang antara Amerika Serikat dan China yang dimulai sejak tahun lalu, sama sekali belum terselesaikan.

 Baca juga: Ekonomi China Turun 1%, Indonesia Siap-Siap Kena Imbasnya

Meskipun antara Amerika Serikat dan China sudah meneken perjanjian perdagangan pertama beberapa waktu lalu. Namun hal tersebut tidak menjadi jaminan permasalahan perang dagang ini sudah rampung.

"Tantangan yang kita hadapi saat ini betul-betul sangat tidak mudah. Dulu kita berpikir menyelesaikan satu saja sudah pusing. Yaitu urusan perang dagang," ujar Jokowi dalam acara Rakornas Kementerian Perdagangan di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

 Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Turun Jadi 5%

Belum rampungnya permasalahan perang dagang kini ekonomi global sudah dihadapkan kembali pada masalah baru. Adalah wabah virus Korona yang kini sudah menyebar ke beberapa negara di dunia.

"Perang dagang belum selesai, sekarang muncul virus Korona (Covid-19) yang itu menambah sulitnya ekonomi dunia, sulitnya politik global yang menjadikan tidak menentu," ucapnya.

 Baca juga: Virus Korona Momentum Indonesia Lepas dari Ketergantungan dari China

Wabah virus Korona ini lanjut Jokowi berdampak pada penurunan aktivitas ekonomi Indonesia. Karena, seluruh sektor dari mulai perdagangan, pariwisata hingga investasi bisa terkena dampaknya.

"Dampaknya akan kita rasakan baik itu dari sisi penurunan aktivitas ekonomi, melambatnya kinerja di berbagai sektor baik perdagangan investasi," jelasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini