Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Presiden Minta Sri Mulyani Evaluasi Anggaran Subsidi

Giri Hartomo , Jurnalis-Rabu, 04 Maret 2020 |19:16 WIB
Presiden Minta Sri Mulyani Evaluasi Anggaran Subsidi
Mensos Juliari (Foto: Setkab)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin lebih memfokuskan program-program bantuan sosial, yaitu Porgam Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembilan Bahan Pokok (sembako) dan Program Indonesia Pintar (PIP). Presiden juga meminta agar Menteri Keuangan dan menteri terkait lainnya mengevaluasi program-program bantuan yang berupa bantuan atau subsidi barang, seperti pupuk dan elpiji, untuk dilihat kembali efektivitasnya.

”Karena anggaran yang diambil dialokasikan APBN ke bantuan-bantuan atau subsidi barang tersebut sangat besar. Malah jauh lebih besar daripada bantuan-bantuan sosial yang berupa cash, begitu ya,” urai Mensos di Kompleks Istana Negara, Rabu (4/3/2020).

Baca Juga: Subsidi Mengalir ke Masyarakat Rp92,2 Triliun, Terbesar untuk BBM

Mensos juga menyampaikan bahwa Presiden meminta antar kementerian/lembaga terkait untuk berkoordinasi melakukan pemutakhiran data, data keluarga miskin, sehingga bisa didapatkan data-data keluarga miskin yang lebih akurat lagi.

”Hanya melihat efektivitasnya sampai sejauh mana. Dan ini kan apa namanya, tentunya sebagai kabinet, sebagai pemerintahan tentunya memang wajib untuk melakukan evaluasi-evaluasi terhadap program-program kerja,” katanya.

Baca Juga: Harga Bahan Baku Turun, Pemerintah Pikir-Pikir Lakukan Penyesuaian Harga LPG Subsidi

Soal pemutakhiran data, Mensos menilai hal ini wajar karena jumlah penduduk besar sekali, nanti akan dirapatkan kembali antar beberapa kementerian/lembaga terkait. Mengenai dampak Virus Korona, Mensos menyampaikan nanti tergantung hasil penelitian Badan Pusat Statistik (BPS), hanya mungkin data akibat dari Covid-19 mungkin survei yang berikutnya bukan sekarang.

”Tapi kenaikan bantuan sosial sembako kan sudah, per Maret ini, per 1 Maret sudah berjalan, dari 150.000 menjadi Rp200.000 sampai sementara sampai Agustus,” ujarnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement