Ada Tol Trans Jawa, Ngawi dan Nganjuk Berkembang Jadi Kawasan Ekonomi

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 320 2178000 ada-tol-trans-jawa-ngawi-dan-nganjuk-berkembang-jadi-kawasan-ekonomi-AMEPJtiPxK.jpg Jalan Tol. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Basuki juga menyampaikan capaian pembangunan infrastruktur 2015 - 2019 di hadapan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Pembangunan infrastruktur yang pesat ini dalam rangka mengejar kelayakan investasi dan indeks daya saing infrastruktur.

Sejak 2017 Indonesia dikategorikan sebagai negara dengan peringkat layak investasi oleh tiga lembaga pemeringkat internasional dan saat ini Indonesia berada di peringkat ke-52 indeks daya saing infrastruktur.

Baca Juga: Berkat Singing Road, Tingkat Kecelakaan di Tol Ngawi Berkurang

“Kita lihat pertumbuhan ekonomi selama ini selalu pada kisaran 5%. Dengan pembangunan infrastruktur yang masif, ke depannya kita harapkan bisa lebih dari itu. Sebagai contoh, sekarang di Ngawi dan Nganjuk telah berkembang kawasan ekonomi karena adanya akses Jalan Tol Trans Jawa,” ujar Menteri Basuki dilansir dari laman Kementerian PUPR, Rabu (4/3/2020).

Dalam mencapai target pembangunan infrastruktur 2015 - 2019 diperlukan strategi khusus. Menteri Basuki menyebutkan ada lima strategi. Pertama programming yang dilakukan dengan fokus dan sistematis berdasarkan tahapan perencanaan teknis (survey, investigation, design), pengadaan lahan (land acquisition), pelaksanaan konstruksi (construction), serta Operasi Pemeliharaan (operation and management) atau disingkat dengan SIDLACOM.

Baca Juga: Singing Road, Pengemudi Bakal Dinyanyikan Lagi Selamat Ulang Tahun di Tol Trans Jawa

Kedua decision making yang harus dibuat secara cepat dan berani mengambil risiko. Ketiga pelaksanaan yang dilakukan secara team work dengan etos kerja rock n roll yakni bekerja 7 hari seminggu dengan 3 shift demi mengejar ketertinggalan infrastruktur.

Keempat pengawasan dengan mitigasi risiko yang baik. Serta, Kelima keamanan bangunan dengan membentuk empat komite keselamatan yakni Komisi Keamanan Bendungan Besar, Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan, Komite Keselamatan Konstruksi dan Komite Keselamatan Bangunan Gedung untuk menjamin keamanan dan keselamatan setiap infrastruktur yang dibangun untuk kepentingan publik.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini