nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri ESDM: Energi Lokal Dimaksimalkan, Kemandirian Akan Terwujud

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 19:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 04 320 2178246 menteri-esdm-energi-lokal-dimaksimalkan-kemandirian-akan-terwujud-HoPoFvnB49.jpg Listrik (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan kebijakan sektor energi dan mineral di bawah kepimpinannya difokuskan pada agenda pembangunan nasional. Ia mengharapkan pembangunan energi akan mewujudkan kemandirian energi yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Arifin menjelaskan semua program strategis tersebut dijalankan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020 - 2024. "Ada tujuh agenda pembangunan yang kita lakukan mengacu pada visi misi Presiden Joko Widodo dan lima agenda pembangunan terkait sektor ESDM," kata Arifin dilansir dari laman Kementerian ESDM, Rabu (4/3/2020).

Baca Juga: Proyek Gasifikasi Batu Bara Tidak Terdampak Korona

Agenda pembangunan pertama, sambung Arifin, terkait tentang memperkuat ketahanan ekonomi. Adapun pada tahun 2024 ditargetkan peningkatan porsi EBT dalam bauran energi menjadi 19,5%, kapasitas pembangkit EBT 3,7 GW, pemanfaatan biofuel 17,4 juta kilo liter (KL), pembangunan smelter 52 unit, alokasi pemanfaatan gas domestik naik jadi 68%, produksi batubara 628 juta ton dan DMO batubara 187 juta ton, lifting migas 2.057 ribu BOEPD, terdiri dari minyak 743 ribu BOEPD dan gas 1.314 BOEPD.

Agenda selanjutnya mengurangi kesenjangan, melalui program BBM Satu Harga di 500 titik dan penambahan PLTS Rooftop sebesar 73 MW. Untuk agenda peningkatan Kualitas dan Daya Saing SDM, melalui pelatihan sektor industri 25.026 orang, pelatihan aparatur KESDM 7.302, pelatihan vokasi masyarakat 1.522 orang hingga sertifikasi kompetensi tenaga teknis 47.435 orang.

Sementara untuk agenda memperkuat Infrastruktur, melalui penambahan kapasitas pembangkit hingga 5,7 GW, rasio elektrifikasi 100%, konsumsi listrik per kapita 1.408 kWh/kapita, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum 1.558 unit, penambahan Jaringan Gas Kota sebesar 800 ribu Sambungan Rumah Tangga (SR) sehingga total kumulatif menjadi 4 juta SR, Panjang Pipa Transmisi dan Distribusi 17,3 ribu Kilo Meter, 6 pengembangan dan pembangunan kilang dan 500 unit sumur ekplorasi air tanah.

Baca Juga: Tingkatkan SDM Tambang Batu Bara, RI Gandeng Jepang

Yang terakhir terkait membangun lingkungan hidup, ketahanan bencana dan perubahan Iklim, melalui penurunan emisi GRK Sektor Energi hingga 142 juta ton CO2, luas lahan reklamasi tambang 7,1 ribu hektar, 12 petaa geologi bersistem dan bertema, 17 lokasi penanganan sistem mitigasi bencana geologi dan pengembangan 14 unit pos pengamatan gunung api.

Ia mengharapkan kebijakan dan program strategis bisa mendukung pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri. "Kalau dimaksimalkan terutama energi lokal yang di desa-desa, bisa menghasilkan energi sendiri, kemandirian energi akan segera terwujud," ungkapnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini