Waspada Corona, Perusahaan-Perusahaan Ini Batasi Perjalanan Dinas

Kamis 05 Maret 2020 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 05 320 2178487 waspada-corona-perusahaan-perusahaan-ini-batasi-perjalanan-dinas-jYm6jlZpFe.jpg Penerbangan (Shutterstock)

JAKARTA - Perusahaan-perusahaan mulai melakukan antisipasi penyebaran virus korona atau Covid-19. Antisipasi tersebut dilakukan dengan mulai membatasi perjalanan dinas.

Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Kamis (5/3/2020), Amazon dan perusahaan-perusahaan besar lainnya berupaya agar karyawannya tetap sehat dengan mengeluarkan larangan melakukan perjalanan dinas. Ini merupakan pukulan bagi industri perjalanan yang sudah melemah akibat wabah virus corona.

 Baca juga: Ekonomi Dunia 2020 Tertekan Virus Korona, Bos IMF: Kita Akan Berjuang Melawan

Amazon, perusahaan ritel online besar yang berbasis di Seattle ini telah memberitahukan hampir 800 ribu karyawannya untuk menunda perjalanan di dalam dan ke luar Amerika yang dianggap tidak perlu.

Nestle, perusahaan makanan terbesar dari Swiss menyarankan 291 ribu pegawainya di seluruh dunia agar membatasi perjalanan dinas di dalam negeri dan menunda perjalanan internasional hingga tanggal 15 Maret.

 Baca juga: Virus Korona Tekan Pertumbuhan Ekonomi Global, Begini Penjelasan OECD

Perusahaan kosmetik Perancis, L’Oreal yang memiliki 86 ribu karyawan juga mengeluarkan larangan serupa sampai tanggal 31 Maret.

Perusahaan lainnya, seperti Twitter, menyarankan pegawainya di seluruh dunia agar bekerja dari rumah. Google juga menginstruksikan hal serupa bagi 8.000 karyawannya yang berada di Dublin, kantor pusatnya di wilayah Eropa, Selasa.

Pertemuan bisnis besar seperti Geneva International Motor Show dan the Mobile World Congress di Barcelona, juga dibatalkan.

 Baca juga: Intip 'Brankas Hari Kiamat', Apa Isinya?

Pembatalan dan pembatasan travel merupakan pukulan besar bagi bisnis perjalanan, yang merupakan sekitar 26 persen dari pengeluaran perjalanan, atau sekitar USD1,5 triliun per tahun. Demikian menurut Asosiasi Bisnis Perjalanan Global.

Asosiasi itu memperkirakan kerugian yang dialami industri bisnis travel akibat virus corona mencapai USD47 miliar setiap bulan.

Dalam jajak pendapat terhadap 400 perusahaan anggotanya, asosiasi itu mendapati 95 persen perusahaan menunda perjalanan dinas ke China sebesar, 45 persen membatalkan perjalanan ke Jepang dan Korea Selatan, 23 persen membatalkan perjalanannya ke Eropa.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini