Mau Produksi 1 Juta Masker, BUMN Ini Masih Kesulitan Bahan Baku

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 06 Maret 2020 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 320 2179262 mau-produksi-1-juta-masker-bumn-ini-masih-kesulitan-bahan-baku-JOOoT8odnv.jpg Masker (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) mengaku belum bisa memproduksi masker untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Meskipun perseroan menargetkan bisa memproduksi 1 juta masker pada bulan ini.

Baca Juga: RNI Bakal Produksi Bakal Produksi 1 Juta Masker

Direktur Utama RNI Eko Taufik Wibowo mengatakan alasan mengapa pihaknya belum melakukan produksi adalah karena perseroan masih belum mendapatkan bahan baku. Meskipun pihaknya sudah mengirimkan surat kepada distributor bahan baku masker asal Perancis.

"Kita cari alternatif, saya lapor pak Menteri bahan baku Eropa. Tapi Eropa pun sampai sekarang belum kasih jawaban dia waktu itu bilang siap kirim ini sudah hampir sebulan responnya nanti-nanti dulu terus walaupun risiko mahal," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Baca Juga: Pendiri Alibaba Jack Ma Sumbang 1 Juta Masker ke Jepang

Sebenarnya lanjut Eko, perseroan biasanya memproduksi 5 juta hingga 7 juta per tahunnya. Jumlah tersebut diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan haji.

Hanya saja, semenjak adanya isu wabah virus Korona, ada sedikit perubahan pada rencana produksi. Sebab, pihaknya pun kesulitan untuk mendapatkan bahan baku masker.

Hal ini menyusul China sebagai distributor bahan baku utama masker tak bisa lagi memasok. Sebab negeri tirai bambu ini sendiri sedang dalam kondisi kehabisan masker untuk kebutuhan di dalam negerinya.

"Waktu masih ada isu kita belum produksi kita produksi sebenarnya untuk haji. Jadi kalau normal enggak ada gejala, Maret kra punya stok 5-7 juta untuk persiapan haji," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini