JAKARTA - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) bakal memproduksi 1 juta masker pada bulan ini. Hanya saja, perseroan masih menunggu pasokan bahan baku dari Prancis.
Direktur Utama RNI Eko Taufik Wibowo mengatakan memang pihaknya masih membutuhkan bahan baku impor untuk memproduksi masker. Sebab ada beberapa unsur dan komponen yang belum bisa di produksi sendiri oleh perseroan.
Baca Juga: 8 Perusahaan Ritel Dibayangi Kerugian Besar Akibat Virus Korona
Menurut Eko, lapisan di dalam masker ini mengandung unsur obat. Menurutnya, lapisan inilah yang belum bisa diproduksi sendiri oleh perusahaan BUMN.
"Di bagian lapisan dalam masker itu enggak bisa kita produksi (sendiri)," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (6/3/2020).