Program 35.000 Mw Selesai, Seluruh Pembangkit Baru Bakal Gunakan EBT

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 07 Maret 2020 08:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 320 2179443 program-35-000-mw-selesai-seluruh-pembangkit-baru-bakal-gunakan-ebt-sxUVp1n0ua.jpg Listrik KEK Mandalika (Foto: Dok PLN)

JAKARTA - Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan akan mengoptimalkan penggunaan sumber-sumber energi baru terbarukan (EBT) sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

Baca Juga: Realisasi Proyek 35.000 MW Capai 20%

Pemanfaatan EBT sebagai bahan bakar pembangkit listrik ini akan dilakukan secara masif sesuai kebutuhan, setelah seluruh Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan 35.000 megawatt (mw) selesai.

"Nanti jika seluruh pembangkit proyek 35.000 mw selesai dibangun, selanjutnya pembangkit-pembangkit yang akan dibangun seluruhnya akan menggunakan energi terbarukan," ujar Arifin seperti dilansir laman Kementerian ESDM, di Jakarta, Sabtu (7/3/2020).

Baca Juga: Apa Kabar Proyek 35.000 Mw? Ini Penjelasan Menteri ESDM

Sebagai informasi, dalam lima tahun terakhir kapasitas pembangkit listrik Indonesia mengalami kenaikan hampir 15 Giga Watt (GW) menjadi 69,6 GW dari 54,7 GW, dengan porsi pembangkit yang menggunakan EBT saat ini berada di sekitar angka 10,3 GW atau sekitar 14,8%.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih mendominasi kapasitas pembangkit nasional saat ini, yaitu sebesar 34,7 GW atau sebesar 49,9%, disusul dengan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG/GU/MG) sebesar 19,9 GW atau sekitar 28,6%, pembangkit berbasis EBT sebesar 10,3 GW atau sekitar 14,8% serta PLTD sebesar 4,6 GW atau sekitar 6,7%.

Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit tenaga listrik mencapai 27,28 GW dalam lima tahun ke depan. Ini berarti total kapasitas pembangkit listrik Indonesia hingga 2024 mencapai 96,98 GW terdiri dari pembangkit fosil sebesar 18,28 GW (67,0%) dan pembangkit EBT sebesar 9,05 GW (33,0%).

(dni)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini