JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuat Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan 35.000 mega watt (Mw). Akan ada alternatif lain untuk mengganti pembangkit listrik yang sudah tua.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melanjutkan bagaimana bisa mengisi kebutuhan-kebutuhan listrik di industri-industri yang berada di level, di kawasan-kawasan industri agar jangan membangun listrik sendiri. “Kemudian juga ada alternatif lain, antara lain, mengganti pembangkit-pembangkit yang sudah tua, yang tidak efisien, yang tidak ramah lingkungan dengan sumber-sumber yang baru,” ujar Arifin.
Balans-nya dari energi listrik ini, kalau semua sudah terproduksi maka akan mengalami kelebihan suplai. Sebab dulu asumsi pertumbuhan konsumsi listrik ada kilovolt 6,5% tetapi pada saat sekarang kondisinya tidak seperti itu.
“Nah tentu saja memang ini membutuhkan strategi-strategi baru, bagaimana bisa mengoptimalkan penyerapan listrik dari pada sumber-sumber yang akan beroperasi, antara lain kita nanti akan mempercepat program elektrifikasi, semuanya bisa elektrifikasi. Elektrifikasi itu diharapkan tahun ini bisa 100%,” ujarnya.
Ke depan, lanjut Menteri ESDM, sesudah program 35 ribu megawatt ini, semuanya akan berfokus kepada sumber-sumber energi baru dan terbarukan.
Baca Selengkapnya: Proyek 35.000 MW Rampung, RI Bakal Kelebihan Suplai Listrik
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.