nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa Bisa Peran Sawit Digantikan?

Selasa 10 Maret 2020 15:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 10 320 2181120 apa-bisa-peran-sawit-digantikan-QlLepKQLyC.jpg Sawit (Okezone)

JAKARTA - Minyak sawit menjadi populer di tengah maraknya perusakan hutan yang digadang-gadangkan negara lain. Untuk itu, kita perlu mundur dan melihat, mengapa sawit begitu banyak dicari?

Mengutip BBC Indonesia, Jakarta, Selasa (10/3/2020), selain memiliki kandungan unik, sawit juga murah. Dan dia murah karena sebagai tanaman, sawit sangatlah kuat - dia tumbuh cepat, mudah dipanen, dan sangat produktif.

Satu hektar sawit bisa menghasilkan empat ton minyak sayur setiap tahun, bandingkan dengan 0,67 ton rapeseed, 0,48 ton bunga matahari, dan 0,38 ton kacang kedelai. Dalam kondisi ideal, perkebunan sawit dapat menghasilkan 25 kali lebih banyak dari minyak kedelai, dengan luas area tanah yang sama.

 Baca juga: Sederet Manfaat Sawit, Lahirkan Banyak Produk Mulai Shampo hingga Margarin

Maka, irosnisnya, larangan minyak sawit justru akan menambah kerusakan dan penggundulan hutan, karena apapun yang kita pilih untuk menggantikan sawit akan butuh lahan yang lebih luas.

Namun apakah mungkin menanam sawit yang ramah lingkungan? Kebanyakan perusahaan di Barat membeli minyak sawit yang tersertifikasi oleh Roundtable for Sustainable Palm Oil (RPSO).

Namun permintaan untuk minyak sawit yang berkelanjutan, dan kemauan untuk membayar harga lebih mahal, terbatas. Pasar minyak sawit terbarukan sudah over-suplai, sehingga produsen rela menjual minyak tersertifikasi tanpa label ke pasar yang lebih luas.

 Baca juga: Sri Mulyani ke Ditjen Pajak: Jangan Buat Sistem yang Ribet

RSPO juga dikritik tidak efektif, dan tak punya kekuatan besar untuk memaksa perubahan untuk para petani sawit.

Bagaimana jika kita bisa mengurangi kerusakan hutan tropis dengan menciptakan tanaman yang seproduktif minyak sawit, namun bisa ditanam di tempat lain di dunia?

"Sawit tidak bisa tumbuh jauh di selatan maupun utara, karena mereka tumbuhan tropis," kata Reynolds. "Tanaman biomassa lain harus lebih bisa beradaptasi, bisa tumbuh di iklim berbeda-beda."

 Baca juga: Wejangan Sri Mulyani untuk Bos Pengelola Dana Sawit yang Baru Dilantik

Di laboratorium di Canberra, peneliti CSIRO memasukan gen pemroduksi minyak ke tanaman berdaun, seperti tembakau dan sorgum. Normalnya, daun tembakau memiliki kurang dari 1% minyak sayur, namun dengan proses Reynolds, tanaman tersebut memiliki 35% minyak.

Namun penelitian ini masih jauh dari selesai.

Jelas sudah, untuk sekarang ini, minyak sawit belum tergantikan. Nyaris tak mungkin pula untuk menghindarinya. Namun kemungkinan-kemungkinan ilmiah untuk mengembangkan pengganti yang lebih berkelanjutan untuk memenuhi hasrat kita akan makanan, bahan bakar dan kosmetik harus terus ada.

Yang tak kalah penting adalah keinginan kuat untuk membuat perubahan — dan keingian ini harus tersebar di mana-mana, sama seperti sawit itu sendiri.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini