Harga minyak turun dipicu perang harga antara Arab Saudi dan Rusia. Saudi, pengekspor minyak terbesar dunia, meningkatkan ketegangan dengan rencana untuk memasok 12,3 juta barel per hari (bph) pada bulan April, jauh di atas tingkat produksi saat ini sebesar 9,7 juta barel per hari, menurut CEO Saudi Aramco 2222.SE Amin Nasser.
Baca Juga: Sri Mulyani Kaget Harga Minyak Dunia Anjlok
Menteri perminyakan Rusia Alexander Novak mengatakan dia tidak mengesampingkan langkah-langkah bersama dengan OPEC untuk menstabilkan pasar, menambahkan bahwa pertemuan OPEC + berikutnya direncanakan untuk Mei-Juni.
Namun menteri energi Arab Saudi berpendapat pertemuan OPEC + pada Mei-Juni tak perlu dilakukan jika tidak ada kesepakatan mengenai langkah-langkah untuk menangani dampak virus korona pada permintaan dan harga minyak.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.