Share

Impor dari China Turun hingga USD1,95 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 16 Maret 2020 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 16 320 2183997 impor-dari-china-turun-hingga-usd1-95-miliar-qgIR6NJAPB.jpeg Perdagangan (Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor mengalami penurunan di Februari. Di mana, impor Februari turun hingga 18,69% ke USD11,6 miliar dibandingkan Januari 2020.

Impor Februari 2020 terdiri dari impor migas dan non migas yang masing-masing turun 12,05% dan 19,77% dibandingkan Januari 2020. Di mana, impor nonmigas paling dominan dengan nominal USD9,85 miliar.

 Baca juga: Fakta Soal Masker, Larangan Impor hingga Kenaikan Harga

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti mengatakan, melihat aspek negara asalnya, penurunan impor paling dominan adalah dari China. Februari 2020 ini dibandingkan januari 2020 ini mengalami penurunan USD1.954,9 juta atau USD1,95 miliar.

"(Penurunan) antara lain untuk HS85 mesin dan elektrik, HS84 mesin dan peralatan mekanik, lalu plastik dan barang dari plastik mengalami penurunan," ujarnya, Jakarta, Senin (16/3/2020).

 Baca juga: 19 Industri Manufaktur Dapat Insentif, Menperin: Tidak Boleh Ada Impor Barang Jadi

Sementara itu, Hong Kong juga mengalami penurunan sebesar USD116,5 juta. Di mana penurunan terbesar dari impor HS85 yaitu barang elektrik dan HS82 barang kapas.

"Untuk korsel turun USD113,7 juta antara lain kapal dan kapal terapung, kain rajutan dan bahan bakar mineral. ke singapura turun USD102,7 juta dan Vietnam turun USD86,4 juta," ujarnya.

 Baca juga: Kurangi Ketergantungan, Pengusaha Cari Alternatif Produk di Luar China

Sedangkan, lanjutnya, peningkatan impor terbesar pada Februari 2020 adalah dari Thailand. Di mana Indonesia impor gula dan kembang gula, bahan kimia organik, bahan kendaraan dan lain-lain naik hingga USD196,8 juta.

"Impor dari jepang juga mengalami kenaikan hingga USD195,3 juta, di mana barang-barangnya adalah HS84 mesin dan peralatan mekanik, HS87 kendaraan lainnya, dan HS85 mesin dan perlengkapan elektrik ini mengalami kenaikan," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini