Lockdown Tidak Boleh Sembarangan, Ini Dampaknya ke Perekonomian

Vania Halim, Jurnalis · Selasa 17 Maret 2020 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 17 20 2184636 lockdown-tidak-boleh-sembarangan-ini-dampaknya-ke-perekonomian-RkPWeakfc1.jpg Ekonomi (Shutterstock)

JAKARTA - Penguncian atau lockdown untuk antisipasi penyebaran virus Korona atau Covid-19 akan berdampak kepada ekonomi. Namun, hal ini tergantung akan seberapa luas dan lama lockdown tersebut.

 Baca juga: Iran Tuduh AS Kampanye 'Terorisme Ekonomi'

Ekonom dan juga Profesor Ekonomi di Sunway University Business School, Dr Yeah Kim Leng menjelaskan, lockdown pada pertemuan dan perayaan sosial, politik, agama, dan komersial dilarang dalam upaya memerangi penyebaran virus.

"Dampak ekonomi akan tergantung pada kegiatan apa yang dibatas dan sebarapa luas serta lamanya periode penguncian," kata Yeah melansir New Straits Times, Jakarta, Selasa (17/3/2020).

 Baca juga: Waspada Virus Korona, Usai Pegang Uang Kertas Jangan Sentuh Wajah

Menurutnya, lockdown akan berkonsekuensi ekonomi yang ke arah pengurangan pengeluaran konsumen dan bisnis. Jika berkepanjangan akan menyebabkan kegagalan bisnis dan PHK, serta memperburuk penurunan ekonomi.

Jika penguncian diperluas ke tempat bisnis, tempat kerja, pabrik, dan fasilitas produksi, maka dampak ekonomi akan lebih parah. hal ini dikarenakan ada kerugian produksi dan pendapatan.

"Ritel, hotel, restoran, transportasi, dan industri terkait pariwisata akan berpengaruh karena orang akan diminta tinggal di dalam rumah," ujar Yeah.

 Baca juga: Benarkah Virus Korona Bisa Menyebar lewat Uang? Begini Penjelasannya

Dilaporkan bahwa enam orang yang diyakini dalam persaudaraan medis telah meminta pemerintah untuk memberlakukan lockdown.

Dia mencatat bahwa kekhawatiran atas covid-19 memicu respons termasuk pengurangan 100 basis poin yang baru saja diumumkan oleh The Fed AS. Serta peluncuran paket stimulus fiskal di negara-negara yang terdampak virus Corona.

Sebelumnya, Malaysia melakukan lockdown untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Hal ini agar dapat meredam dampak dari wabah tersebut.

"Nasihat untuk menjaga jarak sudah jelas terdengar karena saya melihat orang-orang menjalani kehidupan sehari-hari mereka seolah tidak ada ancaman sama sekali," ujar Direktur Jenderal Kesehatan Datuk Dr Noor Hisham Abdullah.

"Saya memang mempertimbangkan implikasi dari langkah-langkah ini, tetapi kami tidak ingin terlambat seperti negara lain yang sedang berjuan dalam pertempuran," tambahnya.

“Jika dikunci, banyak operator di komunitas sekarang akan muncul ketika mereka mengalami gejala, sementara pada saat yang sama, mereka tidak menulari yang lain.

"Saya mengerti dampaknya terhadap tatanan sosial dan ekonomi (ini akan memerlukan) tetapi jika itu meledak, kita akan menghadapi hasil yang lebih buruk," lanjut pernyataan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini