Kalau Lockdown Diterapkan, Distribusi hingga Produksi Industri Terganggu

Vania Halim, Jurnalis · Selasa 17 Maret 2020 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 17 320 2184770 kalau-lockdown-diterapkan-distribusi-hingga-produksi-industri-terganggu-6zimR5Rhih.jpg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Ada beberapa konsekuensi yang harus dialami Indonesia jika menerapkan kebijakan lockdown atau penguncian. Kebijakan lockdown muncul karena penyebaran virus corona makin meluas di Indonesia. Hingga hari ini saja, sudah 172 orang yang terjangkit virus corona.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, permasalahan yang dapat muncul pada kondisi lockdown adalah distribusi dan supply barang secara khusus bahan pangan cenderung akan berkurang. Pasokan bahan makanan akan terganggu saat kebijakan lockdown diterapkan.

Baca juga: Polemik Lockdown Ancam Ekonomi, Jalur Distribusi Logistik Harus Tetap Terjamin

“Jadi, apabila pemerintah tidak dapat memastikan ketersediaan supply barang-barang konsumsi dasar tentu akan mendorong kenaikan harga dan apabila terjadi kekurangan stok barang pangan berpotensi dapat menimbulkan social unrest,” kata dia kepada Okezone, Selasa (17/3/2020).

Menurutnya, lockdown bisa didefinisikan sebagai upaya untuk menutup akses dari dan menuju suatu daerah melalui pembatasan akses warga ke ruang publik, meliburkan kegiatan belajar mengajar serta karantina suatu daerah dalam rangka mengurangi penyebaran virus ke suatu daerah.

Baca juga: Polemik Lockdown Ancam Ekonomi, Asosiasi Logistik Menilai Tak Selamanya Negatif

Kebijakan lockdown yang diartikan bahwa kegiatan sebagian besar sektor-sektor ekonomi juga tidak normal sehingga produktivitas nasional pun berpotensi turun. Josua menilai, industri dalam negeri masih bergantung pada tenaga kerja manusia dibandingkan mesin.

“Proporsi penduduk Indonesia yang bekerja di sektor primer dan sekunder seperti pertanian, manufaktur, konstruksi mencapai sekitar 50% sehingga penurunan aktivitas tenaga kerja dalam proses produksi berpotensi akan memangkas produktivitas nasional,” imbuh dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini