JAKARTA – Ada beberapa konsekuensi yang harus dialami Indonesia jika menerapkan kebijakan lockdown atau penguncian. Kebijakan lockdown muncul karena penyebaran virus corona makin meluas di Indonesia. Hingga hari ini saja, sudah 172 orang yang terjangkit virus corona.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, permasalahan yang dapat muncul pada kondisi lockdown adalah distribusi dan supply barang secara khusus bahan pangan cenderung akan berkurang. Pasokan bahan makanan akan terganggu saat kebijakan lockdown diterapkan.
Baca juga: Polemik Lockdown Ancam Ekonomi, Jalur Distribusi Logistik Harus Tetap Terjamin
“Jadi, apabila pemerintah tidak dapat memastikan ketersediaan supply barang-barang konsumsi dasar tentu akan mendorong kenaikan harga dan apabila terjadi kekurangan stok barang pangan berpotensi dapat menimbulkan social unrest,” kata dia kepada Okezone, Selasa (17/3/2020).
Menurutnya, lockdown bisa didefinisikan sebagai upaya untuk menutup akses dari dan menuju suatu daerah melalui pembatasan akses warga ke ruang publik, meliburkan kegiatan belajar mengajar serta karantina suatu daerah dalam rangka mengurangi penyebaran virus ke suatu daerah.