JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo akan terus memantau kondisi ekonomi dunia karena dampak penyebaran virus corona atau covid-19 yang terus meluas.
Baca Juga: BI Turunkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Jadi 4,5% Dampak Covid-19
Perry mengakui virus corona telah menekan sejumlah mata uang di dunia termasuk Rupiah di Indonesia.
“Kami terus melakukan langkah penyebaran virus corona dengan pemerintah, OJK dan LPS. Kami terus memantau dan mencermati dan menempuh langkah yang diperlukan dalam memitigasi dampak covid-19 terhadap makro ekonomi, sistem keuangan dan ekonomi kita,” ucap Perry saat telekonferensi di Jakarta, Kamis (19/3/2020).
Baca Juga: Menuju Rp16.000/USD, #RupiahAmbyar Jadi Trending Topic
Saat ini Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tengah menuju Rp16.000 per USD. Di mana saat ini Rupiah berada di Rp15.712 per USD menurut referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI).
Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis point (bps) menjadi 4,5% dari sebelumnya 4,75%