Karyawan Kerja dari Rumah, Apa Gaji Dibayar Penuh?

Widi Agustian, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2020 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 20 2185973 karyawan-kerja-dari-rumah-apa-gaji-dibayar-penuh-WjSLTNfyFr.jpg Kerja di Rumah (Reuters)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar kegiatan di luar rumah diminimalisir demi menghindari virus corona. Termasuk karyawan, diimbau bisa bekerja dari rumah.

Ketika karyawan kerja dari rumah alias work from home, kebijakan soal gaji ternyata negotiable alias tergantung perundingan antara perusahaan dan karyawan.

 Baca juga: Menaker Minta Gubernur Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Kerja

"Jadi ketika terjadi work from home (WFH) maka pembayaran upah pekerja/buruh dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak (pengusaha dengan pekerja/buruh)," kata Kepala Biro Humas Kementerian Tenaga Kerja R Soes Hindharno kepada Okezone, Kamis (19/3/2020).

Dia menjelaskan, hal tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Menaker Nomor M/3/HK.04/III/2020 tentang Pelindungan Pekerja/Buruh dan Kelangsungan Usaha Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan covid 19.

 Baca juga: Perusahaan Bermasalah akibat Virus Korona, Gaji Ditentukan Berdasar Kesepakatan Pengusaha-Buruh

Bagi perusahaan yang melakukan pembatasan kegiatan usaha akibat kebijakan pemerintah di daerah masing-masing guna pencegahan dan penanggulangan COVID-19 sehingga menyebabkan sebagian atau seluruh pekerja atau buruhnya tidak masuk kerja, dengan mempertimbangkan kelangsungan usaha maka perubahan besaran dan cara pembayaran upah pekerja dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja.

"Sebagai contoh ada beberapa perusahaan yang membayar full namun ada pula perusahaan yang tidak membayar uang transport dan uang makan karena karyawannya tidak masuk kantor. Intinya tergantung kesepakatan pengusaha dan pekerja," jelas dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini