Tergerus Virus Corona, Industri Tekstil Minta Pelaporan SPT Ditunda 6 Bulan

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 23 Maret 2020 21:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 23 320 2187916 tergerus-virus-corona-industri-tekstil-minta-pelaporan-spt-ditunda-6-bulan-C24BFND6ML.jpg Tekstil (Reuters)

JAKARTA - Para pengusaha tekstil meminta sejumlah insentif kepada pemerintah. Hal tersebut menyusul kinerja indsutri tekstil yang merosot akibat wabah virus corona.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Anne Patrice Sutanto mengatakan, salah satu yang diminta kepada pemerintah adalah mengenai insentif pajak. Pihaknya meminta kepada pemerintah untuk memberikan keringanan pelaporan Surat Pemberitahunan Tahunan (SPT) selama 6 bulan ke depan.

 Baca juga: Gara-Gara Virus Corona, Penjualan Tekstil Anjlok

"Harapannya bisa ditunda secara bersama, kami harap bisa ditunda 6 bulan. Begitu pula PPh Pribadi tanpa denda dan penalti ya," ujarnya dalam telekonferensi di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Menurut Patrice, dirinya pun meminta kepada pemerintah untuk tidak memberikan sanksi maupun denda kepada Wajib Pajak baik individu maupun badan yang telat melaporkan SPT-nya. Sebab saat ini aktivitas masyarakat dan industri sedikit terhambat imbas wabah virus Corona.

 Baca juga: Penjualan Anjlok Imbas Corona, Industri Tekstil Dihantui PHK?

"Kami juga usul bahwa perbaikan SPT Badan dan Pribadi kalaupun sampai terlambat nantinya bisa hanya membayar pokok saja, tidak ada sanksi dan denda," ucapnya

Beberapa masyarakat dan kantor bahkan saat ini sudah mulai menetapkan kerja dari rumah atau work from home. Menurutnya, adanya WFH ini sangat mempengaruhi kecepatan dari kerja industri.

"Sehubungan dengan adanya social distance atau banyak yang work from home dari berbagai instansi, sehingga memang kecepatan dalam hal melakukan realisasi agak berkurang," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini