nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kini Pembatasan Pembelian Bahan Pokok Tidak Lagi Berlaku

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2020 12:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 25 320 2188743 kemendag-sebut-tidak-adalagi-pembatasan-pembelian-bahan-pokok-YXliZv5WCl.jpg Beras (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan menyatakan telah menghentikan pembatasan pembelian bagi beberapa bahan pokok. Di antaranya dari beras hingga mi instan.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Suhanto menjelaskan bahwa Pemerintah belum dan tidak pernah melakukan pembatasan bahan pokok. Waktu itu, hanyalah niat baik daripada Satuan Tugas (Satgas) Pangan.

Baca juga: Antisipasi Virus Korona, Pemerintah Terbitkan 37 Rekomendasi Impor Pangan

"Sehingga dengan demikian kami sampaikan ke masyarakat tidak adalagi pembatasan pembelian bahan pokok," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Dirinya menjelaskan, pada waktu surat edaran Satgas Pangan keluar memang untuk mengantisipasi kepanikan dari masyarakat. Di mana mereka akan membeli secara berlebih di pusat-pusat perbelanjaan.

 Baca juga: Banjir, Harga Cabai dan Ayam Naik

"Tentunya ini niat baik dari Satgas Pangan agar menghindari terjadinya rush, terjadinya keramaian sehingga atas itikad baik satgas pangan pengawasan bagi peredaran bahan pokok jadi satgas pangan mengeluarkan suatu edaran ke ritel untuk melakukan pembatasan pembelian komoditi," ujarnya.

Namun, lanjutnya, pasokan bahan pokok tersebut ternyata cukup. Serta imbauan melakukan pembelian berlebih juga dilakukan.

"Maka 2 hari setelah pemberitahuan tersebut satgas pangan sudah mencabut SE tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengeluarkan surat edaran kepada Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Aprindo), untuk membatasi penjualan bahan pangan terhadap masyarakat.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Pangan Brigjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, pembatasan penjualan itu dilakukan untuk menjamin ketersediaan bahan pangan dan mencegah bagi penjual untuk memanfaatkan kondisi merebaknya virus corona (Covid-19), untuk meraup keuntungan lebih.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini