Curhat Buruh Pabrik Garmen yang Masih Masuk Kerja di Tengah Wabah Covid-19

Rabu 25 Maret 2020 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 25 320 2188863 curhat-buruh-pabrik-garmen-yang-masih-masuk-kerja-di-tengah-wabah-covid-19-M7M9kWWHte.jpg Tenaga Kerja. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Perusahaan diminta untuk melakukan kegiatan dari rumah. Hanya ada empat bidang yang dikecualikan yaitu kesehatan, energi, jasa keuangan, dan pangan.

Namun demikian, hingga kini masih banyak perusahaan yang mempekerjakan pegawainya di tengah wabah virus corona atau Covid-19. Padahal, pekerja seperti ini yang paling rentan untuk tertular virus corona.

Linda, buruh di salah satu pabrik garmen berorientasi ekspor di Kawasan Berikat Nusantara Cakung, menyebut perusahaannya tak mengambil kebijakan strategis untuk mengurangi risiko penularan virus corona.

Linda berkata, dia dan sekitar 900 buruh lain di pabriknya masih terus beraktivitas normal: memproduksi 60 potong pakaian per 30 menit selama delapan jam di ruang kerja yang padat.

"Kami tentu sangat khawatir dan ketakutan, apalagi kami kerja berdekatan, tidak ada jarak satu sama lain," kata Linda, dilansir dari BBC Indonesia, Rabu (25/3/2020).

Linda mengatakan, sudah dua hari ini ada pengecekan suhu tubuh setiap pagi. Pekerja diberi masker, tapi itu yang buat menggunakan bahan sisa pabrik. Itu tidak menghilangkan kecemasan.

"Kami wajib bekerja semua. Selagi belum meninggal, ya harus bekerja. Kalau tidak masuk, upah kami tidak dibayar, kecuali ada surat keterangan sakit dari dokter," ujar Linda.

Linda menuturkan, dia dan para rekan kerja lainnyaa sudah mendorong perusahaannya melonggarkan aktivitas produksi selama pandemi virus corona. Namun kesepakatan urung terjalin.

Seperti saat banjir Jakarta di awal tahun 2020, Linda khawatir libur yang didapatkannya justru harus ditebus dengan bekerja saat libur akhir pekan dan tanggal merah.

"Saya ingin ada ketegasan pemerintah, jika kami diliburkan, kami jangan dibiarkan bernegoisasi sendiri tentang upah. Harusnya soal upah jangan berdasarkan kesepakatan perusahaan dan buruh," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini