nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Emas Naik Tipis di Tengah Investor Khawatir Akan Penyebaran Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 31 Maret 2020 07:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 31 320 2191568 harga-emas-naik-tipis-di-tengah-investor-khawatir-akan-penyebaran-covid-19-jgbyNLObIv.jpg Emas (Reuters)

NEW YORK - Harga emas naik tipis pada perdagangan Senin (30/3/2020) waktu setempat. Di mana, setelahnya perpanjangan pembatasan di Amerika Serikat diperburuk kekhawatiran tentang korban ekonomi pandemi coronavirus mendorong investor ke aset safe-haven.

Melansir Reuters, Jakarta, Selasa (31/3/2020), harga emas di pasar Spot naik 0,1% ke USD1.618 per ons. Akan tetapi, harga emas berjangka AS ditutup melemah 0,2% ke USD1.622 per ons.

 Baca juga: Terus Meroket, Ini Fakta Menarik Harga Emas Antam Dekati Rp1 Juta/Gram

Harga emas sedang mengalami tren kenaikan kuartalannya hingga 6,8%. Selain itu, Harga emas bersiap untuk mengakhiri bulan yang bergejolak dengan kenaikan 2,2%.

"Emas akhirnya mulai mengguncang mantel terakhirnya sebagai mengambil risiko aset dan menjadi lebih dari aset surga lagi, terutama dengan perluasan kontrol jarak sosial nasional sampai 30 April, "kata kepala pangkalan dan berharga perdagangan derivatif logam di BMO, Tai Wong.

"USD1.600 - USD1.610 solid dukungan teknis dan telah memegang teguh yang juga membantu," tambahnya.

 Baca juga: Meski Turun, Harga Emas Catatkan Kenaikan Tertinggi sejak 2008

Saham A.S. dibuka lebih tinggi karena Presiden Donald Trump mengikuti paket stimulus besar-besaran USD2,2 triliun minggu lalu, terbesar dalam catatan, dengan memperpanjang pedoman tinggal di rumah.

Suku bunga yang lebih rendah dan kebijakan ekonomi yang lebih longgar cenderung manfaat emas karena mereka memotong biaya peluang memegang aset tidak menghasilkan.

Pandemi telah melumpuhkan ekonomi di seluruh dunia. Coronavirus telah mendorong ekonomi global masuk resesi dan negara harus merespons dengan "sangat masif" pengeluaran untuk menghindari kaskade kebangkrutan dan pasar berkembang gagal bayar utang, kata kepala Dana Moneter Internasional pada hari Jumat.

"Kejatuhan resesi dari Covid-19 pecah pada ekonomi global menunjukkan investor cenderung untuk terus mencari berlindung di emas, "analis di BNP Paribas mengatakan dalam sebuah catatan.

"Kami mengharapkan permintaan emas tetap kuat, setidaknya sampai seperti itu saat kondisi ekonomi stabil dan prospek dimulai untuk meningkatkan mengikuti rakit langkah-langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya diberlakukan oleh pemerintah dan bank sentral sama," tambah riset tersebut.

Di antara logam lain, paladium naik 1,7% menjadi USD2.308 per ons, platinum turun 3,4% menjadi USD716 per ons. Sementara itu perak tergelincir 3,8% menjadi USD13,91 per ounce.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini