NEW YORK - Harga Emas turun lebih dari 2% pada perdagangan selasa (31/3/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan dolar mengalami pergerakan yang cukup kencang karena kebijakan bank sentral AS.
Melansir Reuters, Jakarta (1/4/2020), harga emas di pasar spot turun 2,1% menjadi USD1.587,70 per ons. Emas berjangka AS berakhir 2,8% lebih rendah pada USD1.596,60.
Baca juga: Harga Emas Naik Tipis di Tengah Investor Khawatir Akan Penyebaran Covid-19
"Suasana di pasar tampaknya membaik sebagai investor nikmati data ekonomi positif dari Tiongkok. Namun, rasa hati-hati masih melekat di udara yang sedang merangsang selera untuk dolar, "kata analis FXTM Lukman Otunuga.
Dolar naik terhadap rival utama, menghasilkan emas lebih mahal untuk pemegang mata uang lainnya. Investor bersorak saat data pabrik China yang kuat bertahan berharap untuk kebangkitan ekonomi bahkan sebanyak sisa dunia dikunci untuk melawan wabah virus.