Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendapatan Turun Efek Corona, Bulog Diminta Serap Hasil Produksi Petani

Giri Hartomo , Jurnalis-Kamis, 02 April 2020 |17:21 WIB
Pendapatan Turun Efek Corona, Bulog Diminta Serap Hasil Produksi Petani
Petani (Foto: Okezone.com)
A
A
A

 JAKARTA – Peran Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) diminta untuk lebih dioptimalkan dalam menjamin ketersediaan stok pangan nasional. Selain itu, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu juga diminta untuk menjadi offtaker untuk menyerap produk pertanian dari para petani.

Staf Khusus Wakil Presiden RI Lukmanul Hakim mengatakan, pertanian menjadi salah satu yang terdampak signifikan virus corona atau covid-19. Hal ini ditandai dengan rendahnya serapan komoditas pertanian, seperti sayuran dan hortikultura yang diproduksi petani.

Menurut Lukman, rendahnya serapan akibat berkurangnya bandar-bandar yang selama ini membeli produk pertanian dari petani dan mensuplai ke pasar-pasar dan industri. Jika dibiarkan hal ini akan berakibat pada lesunya ekonomi, terganggunya jalur distribusi logistik, dan menurunnya daya beli masyarakat.

Baca juga: Anggaran Jaring Pengaman Sosial di Tangan Sri Mulyani

Oleh karena itu lanjut Lukman kebijakan ini bisa menjadi solusi untuk menjaga pendapatan jutaan petani Indonesia. Sehingga daya beli juga bisa tetap terjaga.

“Pemerintah perlu mengoptimalkan peran Bulog dan BUMN untuk ketersediaan pangan dan menjadi off-taker produk hasil pertanian,” ujarnya mengutip keterangan tertulis, Kamis (2/4/2020).

Lukman juga menyebut perlu ada tindak lanjut atas kebijakan pemerintah mengeluarkan stimulus penanganan dampak covid-19 senilai Rp 405,1 triliun. Sehingga para pekerja informal seperti petani maupun pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa terbantu.

Asal tahu saja, Presiden Joko Widodo mengumumkan jika pemerintah memberikan tambahan anggaran Rp 405,1 triliun untuk penanganan covid-19. Total anggaran dialokasikan Rp 75 triliun untuk bidang kesehatan, Rp 110 triliun untuk perlindungan sosial, Rp 150 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional, dan Rp 70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement