nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonomi RI Berpotensi Kembali ke Jalur Pertumbuhannya Tahun Depan

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 05 April 2020 21:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 05 20 2194542 ekonomi-ri-berpotensi-kembali-ke-jalur-pertumbuhannya-tahun-depan-8tAqSBeZLG.jpg Ekonomi (shutterstock)

JAKARTA - Perekonomian Indonesia bisa dapat kembali secara bertahap ke jalur pertumbuhannya tahun depan. Apalagi di tengah wabah virus Corona ini.

Direktur ADB untuk Indonesia, Winfried Wicklein mengatakan, Meski Indonesia memiliki landasan makroekonomi yang kuat, wabah COVID-19 yang tengah berlangsung telah mengubah arah perekonomian negara ini. Oleh sebab itu diperlukan tindakan tegas yang efektif.

 Baca juga: Bos OJK Sebut Covid-19 Pukul Sektor Riil hingga Keuangan

"Jika tindakan tegas dapat diterapkan secara efektif untuk menanggulangi dampak kesehatan dan ekonomi wabah tersebut, khususnya guna melindungi kelompok miskin dan rentan, perekonomian Indonesia diperkirakan dapat kembali secara bertahap ke jalur pertumbuhannya tahun depan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Hal ini sejalan dengan pulihnya perekonomian dunia tahun depan, pertumbuhan Indonesia diperkirakan akan memperoleh momentum. Dibantu dengan reformasi di bidang investasi yang dikeluarkan baru-baru ini.

 Baca juga: Ketua OJK: Virus Corona Buat Perekonomian Sulit untuk Bergerak

Inflasi yang mencapai rata-rata 2,8% tahun lalu, diperkirakan akan naik tipis ke 3,0% pada tahun 2020. Sebelum turun lagi ke 2,8% pada tahun 2021.

Tekanan inflasi dari ketatnya pasokan pangan dan depresiasi mata uang diperkirakan akan dapat diimbangi sebagian oleh penurunan harga bahan bakar non-subsidi, serta subsidi tambahan untuk listrik dan pangan.

Pemerintah dan otoritas keuangan telah meluncurkan berbagai langkah fiskal dan moneter yang terkoordinasi dan terarah untuk memitigasi dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian dan mata pencaharian masyarakat. Hal tersebut termasuk distribusi bantuan langsung tunai bagi kelompok miskin dan rentan, serta pemotongan pajak dan kelonggaran pembayaran pinjaman bagi pekerja dan dunia usaha.

Secara eksternal, risiko terhadap proyeksi perekonomian Indonesia ini adalah wabah COVID-19 yang berkepanjangan, penurunan harga komoditas lebih lanjut, serta meningkatnya gejolak pasar keuangan. Dari dalam negeri, proyeksi ini bergantung pada seberapa cepat dan efektif penyebaran wabah dapat ditanggulangi. Keterbatasan sistem kesehatan dan kesulitan dalam menerapkan pembatasan sosial dapat memperburuk dampak pandemi terhadap ekonomi.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini