4. Rp17.000 BUkan Proyeksi tapi Skenario Terburuk
Bank Indonesia (BI) menjelaskan maksud nilai tukar Rupiah Rp17.000 per USD hingga Rp20.000. Menurut BI, angka nilai tukar tersebut bukanlah proyeksi, melainkan skenario terburuk bila pandemik Covid-19 berlangsung lama.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dalam konferensi KSSK kemarin, disebutkan bahwa nilai tukar Rp17.000 dalam kondisi berat dan Rp20.000 sangat berat. Namun, kata Perry, perlu ditegaskan bahwa itu worst if scenario bukan suatu proyeksi.
"Itu worst if scenario bukan proyeksi. Bahwa nilai tukar Rupiah memadai dan koordinasi sangat erat bakal cenerung menguat di Rp15.000 di akhir tahun," ujarnya, dalam telekonferensi, Kamis (2/4/2020).
5. Repons Positif Rupiah
Nilai tukar Rupiah berangsur membaik. Padahal, beberapa waktu lalu, Rupiah nyaris menyentuh level Rp17.000 per USD. Pelaku pasar tampaknya mulai kembali ke Indonesia. Langkah pemerintah merespons ancaman virus corona ke perekonomian dinilai sudah tepat.
"Saya kira kepercayaan pelaku pasar domestik dan asing sudah membaik pasca press conference KKSK beberapa hari yang lalu," kata Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.