Share

Kemendes PDTT Telah Buat Mitigasi Ekonomi Masyarakat di Desa, Ini Rinciannya

Taufik Fajar, Okezone · Minggu 05 April 2020 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 05 320 2194403 kemendes-pdtt-telah-buat-mitigasi-ekonomi-masyarakat-di-desa-ini-rinciannya-WC848fNtBY.jpg Kemiskinan (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah membuat mitigasi bagi ekonomi masyarakat di pedesaan sebagai respons dampak wabah virus corona atau Covid-19. Salah satunya Desa Panggulharjo, Bantul, Yogyakarta.

Kepala Badan Peneliti dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan dan Informasi Kemendes PDTT, Eko Sri Haryanto menyebut mitigasi ekonomi kepada masyarakat di desa-desa harus dilakukan. Pasalnya masyarakat yang terdampak tidak bisa melakukan pekerjaan secara normal.

 Baca juga: Kepala Daerah Diimbau Permudah Perubahan APBDes dan Penyaluran Dana Desa

"Adapun kriteria yang disepakati oleh desa, seperti sangat rentan, rentan, cukup rentan dan tidak rentan," ujar dia pada telekonfrensi di Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Menurut dia, sangat rentan ini, jika tidak memiliki pekerjaan atau memiliki pekerjaan yang terdampak langsung Covid-19 dan tidak memiliki penghasilan atau memiliki penghasilan sebanyak-banyaknya 1 juta per bulan. dan tidak memiliki jaminan sosial apapun.

"Desa membuat kesepakatan kalau ini adalah sangat rentan," ungkap dia.

 Baca juga: Kemendes: Relawan Desa Harus Jadi Logistik bagi ODP Virus Corona

Kemudian, rentan yakni memiliki pekerjaan yang terdampak Covid-19 atau memiliki penghasilan sebanyak banyaknya Rp2 juta per bulan, memiliki jaminan dan atau BPJS mandiri/ketenagakerjaan.

"Dan memiliki cadangan ekonomi baik berupa barang dan atau dengan nilai di akhir maret setara dengan Rp2,5 juta-5 juta," jelas dia.

Lalu, tutur dia cukup rentan yaitu memiliki pekejaan tetap dan atau memiliki penghasilan sekurang-kurangnya Rp2 juta per bulan, memiliki asuransi BPJS Mandiri atau ketenagakerjaan. Kemudian memiliki cadangan ekonomi baik berupa barang dan atau dengan nilai di akhir maret setara atau lebih dari Rp5 juta.

"Tdak rentan itu yang tidak memenuhi kriteria. Jadi hal-hal ini dilakukan agar membuat peran bisa dilakukan," tandas dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini