Walau Optimis, Konsumen Indonesia Fokus Kebijakan Penanganan Covid-19

Widi Agustian, Jurnalis · Senin 06 April 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 06 20 2194909 walau-optimis-konsumen-indonesia-fokus-kebijakan-penanganan-covid-19-E6yfrYMo9M.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Survei Konsumen Bank Indonesia pada Maret 2020 menunjukkan optimisme konsumen masih terjaga pada level positif. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret yang tetap berada pada level optimis, yakni IKK di atas 100, yakni 113,8.

Baca Juga: Sri Mulyani: Episode Virus Corona Belum Selesai

Namun, angka ini lebih rendah dari IKK Februari yang 127,7. Menurunnya IKK Maret lebih banyak dipengaruhi oleh persepsi responden terkait ketersediaan lapangan kerja setelah pandemi covid-19 merebak dengan makin banyaknya pasien positif mencapai 2.273 orang, dengan yang sembuh 164 orang serta yang meninggal dunia 198 orang, data per 5 April 2020 setelah survei BI dilakukan.

"Meskipun IKK masih berada di garis optimis, namun sebagian responden mulai khawatir dengan masih berlanjutnya kebijakan pembatasan jarak dalam berbagai bentuk kebijakan," kata Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto, Senin (6/4/2020).

Baca Juga: Survei BI: Optimisme Konsumen Masih Terjaga pada Level Positif

Dia menjelaskan, yang membuat roda perekonomian nasional terganggu, ditandai oleh hilangnya pekerjaan dan penghasilan pekerja harian lepas atau buruh harian atau pekerja non-formal.

"Bahwa pengeluaran konsumsi untuk 3 bulan ke depan hingga Juni 2020 masih terjaga lantaran ada peningkatan permintaan jelang bulan puasa Ramadan dan lebaran Idul Fitri," jelas dia.

Namun demikian, dia melanjutkan, dengan kondisi keprihatinan nasional karena pandemi covid19 membuat tingkat permintaan konsumsi rumah tangga tidak akan setinggi pada periode April-Juni tahun 2019 lalu.

Untuk itulah, dirinya menilai tepat kebijakan stimulus ekonomi utamanya untuk program Bansos dan PKH serta tunjangan sosial bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan karena wabah covid-19 untuk segera dieksekusi untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah senantiasa hadir di saat dibutuhkan.

Seraya melakukan kegiatan konsumsi, masyarakat hendaknya tetap tunduk dan patuh terhadap semua kebijakan pemerintah pusat dan daerah terkait pemutusan penularan covid-19 dengan melakukan kegiatan di rumah, sering cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, jaga jarak, tidak menyentuh wajah jika tangan kotor, wajib pakai masker jika berada di luar rumah serta work from home (WFH) sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.

"Dengan demikian, flattening the curve dapat segera terwujud dan pemulihan roda perekonomian nasional segera bergulir," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini