Surat Utang Terbesar Sepanjang Sejarah dengan Tenor 50 Tahun, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 08:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 08 20 2195844 surat-utang-terbesar-sepanjang-sejarah-dengan-tenor-50-tahun-ini-penjelasan-sri-mulyani-NIuInto3IF.jpg Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan alasan pemerintah Indonesia menerbitkan global bond sebesar USD4,3 miliar dalam 3 bentuk surat berharga global yaitu Surat Berharga Negara (SBN) seri RI1030, RI 1050, dan RI0470.

Penerbitan global bond ini tercatat sebagai terbesar sepanjang sejarah Indonesia, lalu apa alasannya?

Sri Mulyani menjelaskan, penerbitan global bond merupakan strategi pembiayaan APBN 2020 untuk menopang pembiayaan situasi COVID-19.

Sri Mulyani menambahkan bahwa penerbitan USD bonds ini untuk menjaga pembiayaan aman sekaligus menambah cadangan devisa bagi Bank Indonesia.

"Pemanfaatan dari penerbitan ini sangat positif di tengah turbulensi pasar keuangan global," kata Sri Mulyani dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Penerbitan global bond ini dilakukan secara elektronik tanpa ada pertemuan fisik karena semua melakukannya dalam kondisi work from home (WFH) termasuk roadshow-nya.

Seri RI1030 memiliki tenor 10,5 tahun yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2030 diterbitkan sebesar USD1,65 miliar dengan yield global sebesar 3,9%.

Seri kedua yaitu RI1050 dengan tenor 30,5 tahun atau jatuh tempo 15 Oktober 2050. Nominal yang diterbitkan juga USD1,65 miliar dengan yield 4,25%.

Seri ketiga adalah RI0470 dengan tenor 50 tahun, jatuh tempo 15 April tahun 2070 sebesar UDD1 miliar dengan tingkat yield 4,5%. Seri ini merupakan global bond pertama yang diterbitkan dengan tenor 50 tahun. 

"SBN yang ketiga dan ini adalah series baru yang belum pernah diterbitkan sebelumnya adalah RI0470. Jatuh tempo atau tenornya 50 tahun yaitu 15 April tahun 2070 sebesar USD1 miliar  dengan tingkat yield 4,5%,” kata Sri Mulyani.

Penerbitan dengan tenor 50 tahun ini juga merupakan tenor terpanjang yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini secara implisit menunjukkan kepercayaan investor terhadap track record kondisi ekonomi dan pengelolaan keuangan negara.

Indonesia juga merupakan negara pertama di Asia yang menerbitkan sovereign bond sejak pandemi COVID-19 terjadi. Dari bulan Februari sampai dengan Maret tidak ada satu negarapun di Asia yang masuk ke global bond karena volatilitas dan gejolak yang sangat besar. 

Menkeu mengatakan, penerbitan ketiga seri SBN tersebut adalah penerbitan terbesar di dalam sejarah penerbitan US Dollar Bond oleh Pemerintah Republik Indonesia.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini