Pemerintah Mau Terbitkan Global Bond USD4,3 Miliar, Gubernur BI: Bisa Tambah Cadangan Devisa

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 08 20 2196116 pemerintah-mau-terbitkan-global-bond-usd4-3-miliar-gubernur-bi-bisa-tambah-cadangan-devisa-WWosSByLyo.jpg Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah berencana untuk menerbitkan global bond sebesar USD4,3 miliar. Penerbitan global bond ini dilakukan dalam 3 bentuk surat berharga global yaitu Surat Berharga Negara (SBN) seri RI1030, RI 1050 dan RI 0470.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, penerbitan global bond ini tidak hanya akan membantu pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Akan tetapi juga bisa membantu menambah jumlah cadangan devisa.

"Insyallah kemarin kita mendengar pemerintah menerbitkan global bond USD4,3 miliar. Sudah diumumkan dan itu akan menambah cadangan devisa,” ujarnya dalam rapat virtual dengan Komis XI, Kamis (8/4/2020).

Baca Juga: RI Negara Pertama Terbitkan Surat Utang Global di Tengah Pandemi Covid-19

Memang menurut Perry, pada akhir Maret, posisi cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan menjadi USD121 miliar dari sebelumnya USD130,4 miliar. Namun, saat ini posisi cadangan devisa Indonesia masih lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah.

Adapun posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Baca Juga: Surat Utang Terbesar Sepanjang Sejarah dengan Tenor 50 Tahun, Ini Penjelasan Sri Mulyani

"Jadi kami bisa pastikan bahwa jumlah cadangan yang sekarang USD 12 miliar lebih dari cukup itu. sekitar 7 bulan pembayaran impor, utang pemerintah atau stabilisasi nilai tukar rupiah," jelasnya.

BI akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa guna mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Apalagi situasi saat ini sedang tidak stabil imbas pandemi virus corona (covid-19).

"Sekarang cadangan devisa kita relatif stabil," kata Perry.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini