TANGERANG – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang lebih dikenal AirNav Indonesia menyampaikan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak 10 April 2020, tidak berdampak terhadap operasioal penerbangan di ruang udara sekitarnya.
Pelaksana Tugas (PT) Direktur Utama AirNav Indonesia, Mokhammad Khatim memaparkan bahwa AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap estimasi sebaran abu vulkanik (volcanic ash) yang timbul dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Mulai 'Menjinak', Dampak Erupsi Hanya Radius 2 Kilometer
“Dari pantauan intensif yang terus dilakukan, sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau untuk sementara ini belum berdampak terhadap operasional penerbangan di area sekitarnya. Operasional penerbangan pada ruang udara sekitar Gunung Anak Krakatau terpantau masih beroperasi secara normal,” ungkap Khatim dalam keterangannya, Minggu (12/4/2020).