Menteri Basuki Siapkan Program Padat Karya untuk TKI dari Malaysia

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 13 April 2020 19:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 13 320 2198578 menteri-basuki-siapkan-program-padat-karya-untuk-tki-dari-malaysia-DqnDHHSZwM.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Perkejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melibatkan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dalam program padat karya tunai. Utamannya adalah para TKI yang baru saja dipulangkan dari Malaysia menyusul ditutupnya (lockdown) Negeri Jiran karena pandemi corona (covid-19).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya akan melakukkan identifikasi pada TKI yang baru saja pulang dari Malayasia. Dalam proses identifikasi data pribadi ini nantinya pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu)

Baca Juga: Program Padat Karya Tunai Desa Jadi Alat Jaring Pengaman Sosial

"Satu lagi yang perlu kami sampaikan padat karya ini di daerah-daerah yang yang WNI yang pulang dari Malaysia kita identifikasi dari mana asalnya. Kemudian kita siapkan program padat karya," ujarnya dalam teleconfrence, Senin (13/4/2020).

Menurut Basuki, sebelum menjalankan program padat karya, para TKI ini diminta untuk mengisolasi diri selama 14 hari. Setelah masa isolasi berakhir, maka diperkenankan untuk mulai bekerja.

"Sehingga nanti di desa setelah isolasi mandiri bisa bekerja sesuai dengan padat karya yang kita siapkan. Padat karya WNI yang pulang dari Malaysia kita siapkan," kata Basuki.

Baca Juga: Dana Desa Jadi Instrumen Jaring Pengaman Sosial di Tengah Wabah Corona, Ini Faktanya

Menurut Basuki, program padat karya ini akan tetap dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan tentang Physical Distancing. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya, padat karya tunai ini akan dibagi ke dalam dua kelompok.

Biasanya program padat karya tunai ini melibatkan sekitar 70-80 orang. Karena adanya virus corona, program padat karya akan dibagi kedalam dua kelompok yang mana setiap kelompoknya berisi 35-40 orang.

"Masih bisa dilaksanakan karena kita masih bisa menggunakan protokol kesehatan. Jadi seperti perbaikan irigasi kecil yang bisa 70-80 orang kita. Bagi 2," kata Basuki.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini