Bahas RUU Cipta Kerja, DPR Gelar Rapat Virtual dengan Sri Mulyani hingga Pak Bas

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 14 April 2020 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 14 20 2199105 bahas-ruu-cipta-kerja-dpr-gelar-rapat-virtual-dengan-sri-mulyani-hingga-pak-bas-6dxJ3mT6V4.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Instagram)

JAKARTA - Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menggelar rapat kerja (Raker), dengan pemerintah membahas RUU tentang Cipta Kerja hari ini. Perwakilan pemerintah mengikuti rapat tersebut secara langsung dan virtual.

Dalam pantauan Okezone, Jakarta, Selasa (14/4/2020), hadir secara langsung yakni, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly.

 Baca juga: Menaker: Kita Akan Sosialisasi Omnibus Law ke Kampus-Kampus

Sedangkan, perwakilan pemerintah yang mengikuti rapat secara virtual adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono atau bias disapa Pak Bas, serta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Ketua Baleg DPR Supratman menyebut rapat kali ini penjelasan pemerintah diwakili oleh Menko Perekonomian atas RUU tentang Cipta Kerja, tanggapan atau pandangan dari fraksi anggota atas penjelasan pemerintah, lain lain dan terakhir penutup.

 Baca juga: Omnibus Law Atur Investasi Masuk ke Sektor UMKM

"Jadi Rancangan Undang-undang ini usul dari pemerintah maka yang berkewajiban memberikan penjelasan RUU itu adalah pemerintah," ujar dia pada rapat virtual, Selasa (14/4/2020).

Sebelumnya, Pemerintah sudah menyerahkan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Draf RUU ini terdiri dari 79 Undang-Undang yang akan dirombak. Nantinya akan disatukan menjadi 15 bab dan 74 pasal.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini