JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan angka ekspor Maret 2020 mencapai USD14,09 miliar. Angka ini mengalami kenaikan 0,23% jika dibandingkan dari bulan sebelumnya yang hanya USD14,06 miliar.
Sementara jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Year on Year/YOY) justru mengalami penurunan sebesar 0,2%. Sebab pada Maret 2019, ekspor RI mencapai USD14,12 miliar.
"Pada Maret 2020, total ekspor USD14,09 Miliar, kalau dibandingkan Februari 2020 sebesar USD14,06 miliar berarti ekspor kita meningkat tipis yaitu 0,23%," ujarnya dalam telekonferesi, Rabu (15/4/2020).
Baca juga: Ada Virus Corona, Mendag Resmi Larang Ekspor Masker hingga 30 Juni 2020
Menurut Kecuk, kontribusi terbesar dari ekspor di Maret berasal dari non migas dengan angka mencapai USD13,42 miliar atau menyumbang 95,22% . Sementara untuk ekspor migas hanya mencapai USD670 juta saja.
Adapun menurut sektornya, ekspor migas turun 16,29% dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 40,91% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara sektor pertanian justru mengalami kenaikan sebesar 6,10% dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 17,72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi USD320 juta.

Sedangkan ekspor industri pengolahan turun 0,20% dibandingkan bulan sebelumnya namun naik 7,41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi USD11,12 miliar. Sementara sektor pertambangan dan lainnya mengalami kenaikan sebesar 9,23% dibandingkan bulan sebelumnya namun turun 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi USD1,98 miliar.
"Dilihat dari komponennya bahwa selama Maret ekspor migas kita turun 16,29% tetapi ekspor non migas kita meningkat 1,24%," kata Kecuk.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)