Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kartu Pra-Kerja, Korban PHK Dinilai Lebih Butuh Bantuan Tunai

Taufik Fajar , Jurnalis-Kamis, 16 April 2020 |18:26 WIB
Kartu Pra-Kerja, Korban PHK Dinilai Lebih Butuh Bantuan Tunai
Rupiah (Shutterstock)
A
A
A

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar S Cahyono. Dia menambahkan, para pekerja yang kena PHK atau dirumahkan sebaiknya diberikan bantuan lansung tunai, bukan ikut pelatihan online.

"Program kartu pra kerja ini memang bagus. Namun, yang dibutuhkan oleh pekerja adalah bantuan langsung tunai maupun sembako yang merupakan kebutuhan utama di saat kondisi ekonomi sulit bukan pelatihan online," ujar dia kepada Okezone, Kamis (16/4/2020).

Dia menjelaskan biaya pelatihan untuk program kartu pekerja sebesar Rp1.000.000 per orang dianggap terlalu besar bagi para pekerja yang kena PHK dan dirumahkan.

 PHK

"Dan hal tersebut hanya akan menguntungkan mitra program kartu pra-kerja," ungkap dia.

Program Kartu Prakerja diciptakan untuk pengembangan potensi kerja. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mengurangi dampak ekonomi bagi orang yang terkena PHK atau dirumahkan akibat pandemi virus corona.

Sejak dimulai dibukanya pendaftaran gelombang pertama pada Sabtu 11 April 2020 hingga Kamis 16 April, tercatat sebanyak 2.780.026 peserta akan mengikuti program perdana kartu pra-kerja ini.

Selama enam hari masa pendaftaran gelombang pertama, tercatat ada 5.965.048 user. Kemudian telah dilakukan verifikasi email tercatat ada 4.428.669 user.

Selanjutnya, disisir lagi berdasarkan NIK, dan tercatat sebanyak 3.294.190 user. Kemudian diproses lagi dengan data yang ada dari kementerian maka yang telah memasuki join batch 2.078.026 user.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement