Gubernur BI Buka-bukaan soal Defisit Transaksi Berjalan Lebih Rendah di Kuartal I-2020

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 17 April 2020 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 17 20 2200858 gubernur-bi-buka-bukaan-soal-defisit-transaksi-berjalan-lebih-rendah-di-kuartal-i-2020-HCxs5MlGhn.jpeg Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan di kuartal I-2020 di 1,5% dari PDB. Di mana, awalnya diperkirakan kuartal I-2020 sebesar 2,5%-3% dari PDB.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa secara keseluruhan defisit transaksi berjalan tahun ini akan rendah. Ada 3 faktor yang mendukung defisit transaksi berjalan kuartal I-2020 lebih rendah.

 Baca juga: BI Prediksi Defisit Transaksi Berjalan Kuartal I-2020 Lebih Rendah

"Satu, dari sisi neraca perdagangan kita," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Menurutnya, mata rantai perdagangan dunia memang terganggu di mana ekspor menurun. Akan tetapi, impor penurunannya lebih besar.

 Baca juga: Defisit Transaksi Berjalan Turun Jadi 2,72% pada 2019

"Tapi juga impor menurun karena aktivitas produksi dalam negeri yang menurun dari periode covid ini," ujarnya.

Faktor kedua, lanjut Perry, karena defisit neraca jasa untuk biaya angkut transportasi impor. Di mana, sekira 8% nilai impor dipergunakan untuk biaya transportasi dan asuransi.

"Dengan impor menurun tadi, maka keperluan devisa untuk membayar transportasi dan asuransi impor juga menurun," ujarnya.

Perry mengatakan, untuk faktor ketiga adalah dari sisi pariwisata yang mengalami penurunan terutama devisa. Di mana, penurunan devisa ternyata lebih dalam daripada prediksi sebelumnya.

"Waktu kami memperkirakan itu memang lebih banyak penurunan devisa karena turis yang masuk, ternyata kemungkinan ada pembatasan terutama untuk di indonesia, pembatasan umrah, pembatasan kepergian LN, itu juga menurunkan penggunakan devisa untuk turis indonesia yang keluar," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini