Saham Amazon dan Netflix Cetak Rekor Tertinggi, Wall Street Menguat

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 17 April 2020 06:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 17 278 2200502 saham-amazon-dan-netflix-cetak-rekor-tertinggi-wall-street-menguat-hnwjv3rkHI.jpg wall Street Menguat. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street naik pada akhir perdagangan Kamis, karena saham Amazon Inc (AMZN.O) dan Netflix Inc (NFLX.O) melonjak ke rekor tertinggi. Meski demikian, pasar saham dalam perdagangan berombak karena khawatir tentang dampak pandemi corona pada kuartal pertama.

Amazon naik 4,4% dan Netflix naik 2,9%, kenaikan saham tersebut karena kabijakan untuk beraktivitas di rumah mendorong permintaan layanan streaming online dan pengiriman barang ke rumah.

Dow Jones Industrial Average naik 33,33 poin atau 0,14% menjadi 23.537,68. S&P 500 naik 16,19 poin atau 0,58% menjadi 2.799,55 dan Nasdaq Composite menambahkan 139,19 poin atau 1,66% menjadi 8.532,3.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Usai Pengumuman Data Ekonomi AS

Namun, dampak krisis kesehatan pada ekonomi dan perusahaan membuat investor tetap khawatir. Penghasilan kuartal pertama pekan ini, akan mengumumkan kinerja keuangan perbankan di AS. Diperkirakan akan ada gelombang gagal bayar di masa depan menyusul penghentian aktivitas bisnis.

Analis memperkirakan pendapatan untuk perusahaan S&P 500 merosot 12,8% pada kuartal pertama, yang akan menjadi penurunan triwulanan terbesar dari tahun ke tahun sejak krisis keuangan.

"Kami tidak akan melihat pemulihan berbentuk V, dan saya pikir investor pada akhirnya akan menyadari hal itu. Jadi terlalu dini untuk pergerakan saham pada tahap ini," kata Analis Investasi Alan B Lancz & Associates Inc, dilansir dari Reuters, Jumat (17/4/2020).

Data menunjukkan klaim pengangguran turun sedikit menjadi 5,2 juta minggu lalu dari 6,62 juta yang direvisi minggu sebelumnya. Namun jumlah total selama sebulan terakhir masih mencapai 20 juta pengangguran.

Sementara itu, untuk pergerakan saham lainnya, Morgan Stanley (MS.N) melaporkan penurunan laba kuartalan karena bisnis penasihat dan manajemen terpukul karena kejatuhan ekonomi. Saham Boeing Co (BA.N) turun 8%, membatasi kenaikan di Dow, karena saingannya Eropa Airbus (AIR.PA) sedang memeriksa permintaan untuk menunda pengiriman setelah jatuhnya permintaan perjalanan.

Sebagai informasi, penutupan New York atau lockdown untuk mencegah perluasan virus Corona diperpanjang hingga 15 Mei, meski sekarang jumlah kasus posisitf terkait corona dan kematian turun ke level terendah dalam lebih dari sepekan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini