Wall Street Anjlok Usai Pengumuman Data Ekonomi AS

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 16 April 2020 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 16 278 2199908 wall-street-anjlok-usai-pengumuman-data-ekonomi-as-wFjNakXCkZ.jpg Wall Street. (Foto: Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Rabu, karena data ekonomi AS menurun. Ditambah lagi laporan pendapatan kuartal I para perusahaan menambah kekhawatiran atas tingkat kerusakan akibat wabah koronavirus.

Saham Bank of America (BAC.N) dan Citigroup Inc (C.N) turun, masing-masing anjlok hingga 5%. JPMorgan Chase & Co (JPM.N) dan Wells Fargo & Co (WFC.N) dalam laboran kinerja kuartal I juga mengalami penurunan laba.

Baca Juga: Ekonomi AS Segera Dibuka, Wall Street Melonjak

“Cadangan kerugian pinjaman lebih besar dari yang diharapkan pada kuartal pertama, dan sepertinya itu akan berlanjut ke kuartal kedua. Kami melihatnya kemarin dan mendapat konfirmasi tren hari ini,” kata Analis Barclays Jason Goldberg, dilansir dari Reuters, Kamis (16/4/2020).

Kemudian laporan keuangan Goldman Sachs Group Inc (GS.N) tercatat berkurang separuhnya, karena menyisihkan lebih banyak uang untuk menutupi pinjaman perusahaan yang diperkirakan akan bangkrut dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Indeks Nasdaq Naik, Dow Jones dan S&P 500 Anjlok

Hasil kinerja keuangan yang menurun menjadi sentimen negatif pada pasar saham. Di mana tiga indeks utama, seperti Dow Jones Industrial Average turun 445,41 poin atau 1,86% menjadi 23.504,35. S&P 500 kehilangan 62,7 poin atau 2,20%, menjadi 2.783,36 dan Nasdaq Composite . turun 122,56 poin atau 1,44% menjadi 8.393,18.

Lebih lanjut sentimen negatif juga datang dari penururnan data ekonomi akibat virus corona. Penjualan ritel AS tercatat anjlok 8,7% selama Maret.

Output manufaktur turun paling banyak dalam lebih dari 74 tahun dan sebuah survei menunjukkan aktivitas manufaktur di negara bagian New York merosot pada April ke level terendah dalam sejarah.

Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) telah meramalkan bahwa pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan menurun drastis atau penurunan paling tajam sejak 1930-an.

Saham J.C. Penney Co Inc (JCP.N) turun 27,3% karena pengecer sedang menjajaki pengajuan perlindungan kebangkrutan setelah wabah virus membatalkan rencana turnaround-nya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini