5 Cara bagi Perusahaan untuk Bertahan di Tengah Wabah Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 18 April 2020 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 18 320 2201154 5-tips-bagi-perusahaan-untuk-bertahan-di-tengah-wabah-covid-19-km9ws4jTSY.jpg Tips Pertahankan Usaha di Tengah Wabah Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Virus corona atau Covid-19 berdampak serius pada kesehatan masyarakat namun juga mengancam stabilitas ekonomi. Bahkan beberapa perusahaan sudah melakukan efisiensi, mulai dari memotong gaji hingga memutuskan Penghentian Hubungan Kerja (PHK).

Kendati dalam kondisi saat ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk bertahan selama Covid-19. Misalnya dengan bentuk tim khusus untuk memastikan perwakilan dari tiap divisi saling berkomunikasi untuk membahas dan menentukan prioritas masalah.

Berikut 5 area yang bisa menjadi fokus pengusaha untuk melewati krisis, dilansir dari perusahaan jasa audit, Grant Thornton, Sabtu (18/4/2020):

1. Cash Management

Pengaturan arus kas menjadi kunci utama perusahaan untuk dapat melewati tantangan berat di tahun 2020 ini, Perusahaan perlu mengambil langkah-langkah untuk mengamankan persediaan kas mereka termasuk mengambil tindakan yang diperlukan seperti memperpanjang pembayaran kreditor, negosiasi penangguhan pembayaran sewa dan kredit bank, negosiasi dengan pelanggan untuk pembayaran lebih awal hingga mempertimbangkan keringanan pajak maupun program pemerintah yang memberikan kemudahan bagi pengusaha. Cash Management juga meliputi bagaimana perusahaan mampu melakukan forecast keuangan jangka pendek dan menengah dengan baik.

Baca Juga: Agar Survive Saat Krisis Akibat Covid-19, Ini Strategi Pelaku UMKM

2. Contingency Planning

Panduan tanggap darurat perlu langsung disusun untuk mengetahui apa saja sektor krusial dalam perusahaan dan memastikan strategi yang akan diambil aman untuk kelangsungan bisnis kedepannya. Ketahui dimana titik-titik kritis dalam rantai pasokan, menyiapkan cadangan darurat saat persediaan menipis dan mengidentifikasi pasokan alternatif termasuk dalam perencanaan darurat ini. Pastikan juga karyawan-karyawan yang berada di posisi krusial untuk mendukung bisnis perusahaan tetap dapat bekerja dengan fleksibilitas tinggi melalui kebijakan work from home dan remote meeting.

3. Pengelolaan Pemegang Saham

Perkiraan arus kas yang baik akan menempatkan perusahaan pada posisi yang lebih kuat saat berdiskusi dengan para pemegang saham. Disarankan perusahaan untuk proaktif dan mengambil inisiatif untuk secara aktif berhubungan dengan otoritas pajak, pemberi pinjaman hingga supplier utama untuk tetap mendapat dukungan keuangan yang mungkin saja tersedia.

4. Perhatikan Karyawan

Memahami profil karyawan menjadi sangat penting dalam situasi ini untuk menemukan berbagai opsi untuk solusi tenaga kerja dalam perusahaan. Pada beberapa situasi, pengusaha akan menghadapi posisi sulit antara mempertahankan karyawan atau harus melakukan pengurangan demi kelangsungan bisnis.

Kebijakan yang jelas untuk work from home, unpaid leave hingga kapan karyawan harus dikarantina di kondisi kesehatan tertentu perlu disampaikan agar karyawan tahu bagaimana posisi mereka dan dapat menerima pesan dari pemimpin bisnis.

5. Bentuk Tim Manajemen Krisis

Bentuk tim khusus dan pastikan perwakilan dari tiap divisi saling berkomunikasi untuk membahas dan menentukan prioritas masalah yang dihadapi perusahaan dan mengantisipasi masalah yang dapat muncul ke depannya. Komunikasi sejak dini dan keterbukaan dengan tim dapat membangun sistem komunikasi yang sehat dan menjangkau semua karyawan baik mereka yang bekerja dari rumah maupun yang masih melakukan pekerjaan di kantor. Komunikasi yang baik juga mengurangi ketidakpastian dan kekhawatiran para karyawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini